Kabar Puluhan Gedung SD di Ponorogo Dijadikan Tempat Isolasi Pemudik Dianggap Dinas Hoax

republikjatim.com
BEREDAR - Kabar yang beredar di Medsos meresahkan wali murid lantaran sejumlah SD bakal dijadikan ruang isolasi akan tetapi kabar itu hoax, Minggu (05/04/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Di tengah kepanikan warga terkait wabah (pandemi) virus Corona (Covid-19), di Ponorogo berefar dari WA ke WA tentang puluhan gedung SD dari 21 Kecamatan yang akan dijadikan tempat isolasi (karantina) pemudik dari luar kota. Kabar ini membuat kecemasan wali murid SD yang sekolahnya tertulis akan dijadikan tempat isolasi itu.

"Benar atau tidak kabar itu. Kalau benar sekolah anak saya jadi kotor dan akan jadi tempat singgah penyakit. Padahal habis itu dipakai sekolah lagi. Jangan di tempatkan di SD," kata seorang ibu yang enggan di tulis namanya ini.

Soal kabar gedung SD dari setiap kecamatan akan dipakai tempat isolasi pemudik, yang beredar dari WA ke WA Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo, drg Rahayu Kusdarini mengatakan kalau kabar itu tidak benar alias hoax.

"Saya belum mendapat instruksi mengenai hal itu," ungkap drg Rahayu Kusdarini, Minggu (05/04/2020).

Begitu juga Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Ponorogo, Endang Retno Wulandari menegaskan terkait intruksi gedung SD akan dipakai tempat isolasi pemudik itu belum ada. Menurutnya hal itu bukan kewenangan dinasnya.

"Itu bukan kewenangan Dinas Pendidikan. Itu harus keputusan kepala daerah. Semua masyarakat dihimbau tidak mudik, tapi ada kemungkinan masyarakat yang membandel. Seluruh antisipasi terjelek pasti sudah menjadi pemikiran pemerintah daerah demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat," tegasnya.

Bagi Retno Medsos itu memang luar biasa cepatnya. Sehingga masyarakat harus bijak dalam menyikapinya.

"Silahkan bermedsos yang arif. Sampaikan yang benar dan sampaikan yang positif jangan membuat masyarakat semakin resah dan panik dalam situasi seperti ini," pintahnya.

Retno menguraikan jika memang ada wacana ruang isolasi. Namun hal itu sebagai langkah antisipasi dan belum diputuskan.

"Sampai sekarang belum ada surat resmi dan belum ada penunjukkan tempat yang akan dipakai ruang isolasi," pungkasnya. Mal/ Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru