Sidoarjo (republikjatim.com) - Meski dianggap relatif sulit untuk melunakkan hati para narapidana khusus. Apalagi melunakkan hati para narapidana kasus terorisme (Napiter).
Namun, hal ini tidak berlaku bagi petugas Lapas Kelas I Surabaya. Para petugasnya memiliki cara tersendiri untuk mengembalikan dua napiter, Anton Labbase dan Kasim Khow ke pelukan ibu pertiwi.
"Kami tidak beradu dalil. Petugas Lapas Porong lebih memilih menggunakan pendekatan kemanusiaan menyentuh hati para napiter itu," terang Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Porong, Bambang Sugianto kepada republikjatim.com, Sabtu (21/03/2020).
Lebih jauh, pria yang selama ini dikenal dekat dan spesialis menangani napiter itu mengungkapkan, pihaknya langsung memberikan perhatian kepada Anton dan Kasim saat pertama kali pindah ke Porong 11 Maret 2020 lalu.
"Begitu masuk, kedua napiter ini langsung kami intervensi secara sosial," imbuhnya.
Wujud intervensi yang dilakukan petugas, kata Bambang adalah melakukan pendekatan dengan mengadakan diskusi kecil. Keduanya sering diajak berkomunikasi. Bahkan, Bambang memberi mereka buku-buku tentang pemahaman jihad dan seputar terorisme.
"Buku yang saya berikan harus dibaca dan keesokan harinya digelar diskusi bareng," tegasnya.
Tak jarang, lanjut Bambang jika ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, Bambang bertanya kepada napiter yang terlebih dahulu kembali ke pangkuan NKRI, seperti Asep Jaya dan Umar Patek atau bahkan menghubungi Ali Imron, Abu Fida hingga Abu Tholut.
"Hasilnya para napiter yang sudah NKRI kerap memberikan suntikan semangat, sehingga mereka semakin mantap kembali ke pangkuan ibu pertiwi," ungkapnya.
Satu lagi metode yang tak kalah efektifnya, bagi Bambang adalah dengan menyentuh hati keduanya. Bambang memberikan kesempatan kepada keduanya untuk melakukan panggilan video kepada keluarganya. Baik Anton maupun Kasim tak kuasa menitikkan air mata saat melihat keluarganya dari layar smartphone milik Bambang.
"Kalau sudah hatinya tersentuh, maka saya bilang ke mereka, kalau mau segera bertemu keluarga ya harus ikut aturan dan kembali ke NKRI," paparnya.
Sementara sekitar sepekan atau pada 17 Maret 2020, keduanya menghampiri Bambang dan menyatakan siap menyatakan ikrar kembali ke NKRI. Keduanya sudah melaksanakan ibadah bersama warga binaan lain di Masjid Lapas Porong. Bahkan, Kasim yang masih lajang itu memiliki keinginan agar mendapatkan jodoh warga Porong.
"Kalau bisa saya mendapat jodoh dari sini. Istri yang bisa memberi pemahaman saya untuk tetap mencintai NKRI," tandasnya. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi