Ponorogo (republikjatim.com) - Bencana tanah longsor kembali terjadi di lahan perhutani petak 75 masuk wilayah Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Rabu (04/03/2020) petang. Dalam bencana ini, tidak hanya merusak tanaman di kebun kopi, akan tetapi juga mengancam pemukiman warga di bawahnya.
Kepala desa Tugurejo, Siswanto mengatakan longsor itu akibat hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, tanah gerak dan ambles di kawasan perhutani petak 74 dengan luas 0,25 hektar dengan panjang longsoran mencapai 300 meter.
"Longsor itu mengancurkan lahan perhutani juga merusak perkebunan warganya. Mulai menimbun lahan perkebunan kopi dan durian serta persawahan warga serta tanaman pinus milik perhutani. Bahkan mengancam pemukiman warga yang tinggal berjarak 50 meter antara pemukiman dengan lokasi longsor," katanya.
Karena itu, lanjut Siswanto usai longsor, pihaknya terpaksa menyarankan 6 KK dengan 16 jiwa untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman dari ancaman longsor itu.
"Daripada mereka was-was saat berada di rumahnya," tegasnya.
Sementara Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Ponorogo, Setyo Budiono menegaskan sebelum terjadi longsor memang lokasi itu sudah mengalami retak-retak sejak dua tahun lalu. Karena itu, warga RT 03 RW 04, Dusun Tugunongko, Desa Tugurejo, Kecamatan Slahung yang berdekatan dengan lokasi longsoran mengungsi ke tempat yang lebih aman.
"Dari pantauan BPBD memang kondisi tanah sudah mengalami keretakan dan bergerak mulai Tahun 2018 lalu. Meski longsor ini tidak ada korban jiwa, akan tetapi untuk kerugian materiilnya cukup besar meski masih ditaksir nilainya," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi