Jalan Putus Diterjang Banjir, Puluhan KK di Sawoo Ponorogo Terisolir

republikjatim.com
PUTUS - Sebanyak delapan KK harus terisolir dan harus menempuh jarak 4 sampai 5 kilometer saat hendak ke sekolah, pasar dan ke Balai Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Selasa (03/03/2020) dini hari.

Ponorogo (republikjatim.com) - Sedikitnya 37 Kepala Keluarga (KK) warga Dusun Sawookrajan, Desa/Kecamatan Sawoo, Ponorogo terisolir. Puluhan warga itu terisolir lantaran jalan utama menuju Lingkungan Jengglong seluruh badan jalan ambles dan terputus digerus air.

Peristiwa ini sebenarnya sudah diantisipasi pihak Pemerintah Desa Sawoo bersama warga sekitar dengan membuat bronjong batu untuk menahan derasnya air banjir. Namun perlahan usaha warga menyelamatkan akses jalan ini harus pupus. Karena banjir tetap menerjang jalan di bibir sungai setinggi 4 meter itu.

Putusnya jalan ini, praktis membuat warga 37 KK dan satu mushola terisolir. Mereka hanya bisa mengandalkan motor melewati pekarangan warga menuju Kantor Desa, Pasar dan menuju sekolah.

Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono yang meninjau lokasi bersama Kanit Binmas Aiptu Subandi dan Kepala Desa Sawoo , Saryono mengatakan sebelum kejadian terjadi hujan deras sejak pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Paska itu disusul terjadinya banjir di sungai di pinggir jalam itu.

"Bronjong batu yang sebelumnya dibuat untuk menambal longsoran jalan ini tidak kuat menahan arus sungai. Bahkan terbawa arus banjir. Kemudian arus banjir langsung menghantam sisa separuh badan jalan setinggi 4 meter dan sepanjang 10 meter hingga ambles semua," terang Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono di lokasi kejadian, Selasa (03/03/2020).

Edi Suyono memaparkan lokasi jalan ambles itu berada di tikungan sungai. Selain itu, jalan yang terputus sangat dekat dengan bibir sungai. Pihaknya berpesan agar warga sementara tidak berada di sekitar lokasi karena curam dan dikhawatirkan rawan longsor.

"Kalau terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi, warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman," pintahnya.

Atas kejadian ini, lanjut Edi warga lingkungan Jengglong harus menempuh jalur memutar sekitar 4-5 kilometer melewati jalan yang agak sulit untuk sekedar ke pasar atau ke sekolah terdekat.

"Kami menghimbau warga agar tidak mendekati bibir sungai. Karena sungai dalam dan cukup rawan ambrol lagi tebingnya saat hujan deras," tegasnya.

Sementara Kepala Desa Sawoo, Saryono menegaskan jalan ambles itu sudah kedua kali. Warga terpaksa lewat jalan alternatif ke lokasi lainnya dengan jarak tempuh 4 sampai 5 kilometer.

"Ini kejadian yang kedua. Waktu kejadian pertama sudah diusulkan perbaikan. Setelah kejadian kedua Dinas PU dan BBBWS sudah ke lokasi untuk pengecekan. Semoga segera terealisasi perbaikannya. Kasihan warga harus memutar jauh untuk ke balai desa, pasar dan ke sekolah," tandasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru