Sidoarjo (republikjatim.com) - Sebuah truk Fuso bernopol L 8865 UZ yang dikemudikan Taufik (55) warga Sidotopo 2 Surabaya terguling di JL Raya Surabaya - Mojokerto, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jumat (21/02/2020) malam. Diduga, kecelakaan tunggal yang menyebabkan truk terperosok dan terguling bodi belakangnya itu, disebabkan karena sopir menghindari lubang aspal di jalan propinsi itu.
"Saat mengemudi saya menghindari lubang aspal dan bergelombang. Sedangkan posisi truk dengan muatan buah kelapa 18 ton terlalu ke kiri. Kemudian saya banting setir ke kanan. Tahu kenapa, akhirnya truk saya terperosok dan terguling itu," terang sopir truk, Taufik kepada republikjatim.com, Jumat (21/02/2020) malam.
Taufik menceritakan truk Fuso yang dikemudikan ini berangkat dari arah Surabaya menuju Mojokerto. Tepat di jalan menikung, truk fuso terperosok dan bodi belakang terguling. Padahal, rencananya mau dikirim kelapa ke Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
"Terpaksa muatan dioperkan ke truk lainnya," ungkapnya.
Pemilik kelapa, Sugianto mengakui kelapa mau dikirim ke rumah. Karema musibah itu, maka kelapa akan dipindahkan ke truk lainnya agar mudah untuk mengevakuasi bangkai truk terperosok itu.
"Beruntung sopir selamat. Bodi depannya truk fuso tidak sampai terguling karena ada pohon mangga sebagai penyangganya. Sedangkan buah kelapa ini didatangkan dari luar Jawa (Palu)," tegasnya.
Sementara petugas Polsek Balongbendo, Aiptu Imam Ghozali di lokasi kejadian menegaskan muatan buah kelapa langsung dipindah sementara ke tempat yang aman agar memudahkan proses evakuasi. Selain itu agar evakuasi tidak memicu kemacetan di JL Raya Surabaya - Mojokerto.
"Kami memastikan jika dalam kecelakaan tunggal itu, tidak ada korban jiwa. Akan tetapi kerugian material karena truknya mengalami kerusakan. Sedangkan korban jiwa nihil. Untuk kepentingan pemeriksaan, truk dan sopir diamankan di Polsek Balongbendo," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi