Sidoarjo (republikjatim.com) - Pasca diterjang bencana angin puting beliung di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo (05/01/2020) sore, membuat mantan anggota Fraksi Gerinda DPR RI periode 2014 -2019, Bambang Haryo Soekartono (BHS) turut prihatin. Bahkan terketuk hatinya untuk melihat lebih dekat situasi dan kondisi angin puting beliung yang merusakkan 78 tiang listrik, Senin (06/01/2020).
Rombongan Bambang Haryo Soekartono yang akrab BHS datang sendirian. Dia langsung menuju ke Balai Desa Barengkrajan dan ditemui Kepala Desa (Kades) Asmono beserta jajaran pemerintah Desa Barengkrajan.
"Saya ikut prihatin dengan kondisi bencana ini. Bencana ambruknya tiang listrik ini seharusnya dievaluasi bagi PLN," kata Bambang Haryo Soekartoni kepada republikjatim.com, Senin (06/01/2020).
Bagi Bambang, karena bencana ini tidak menimpah rumah penduduk. Akan tetapi, semua hanya tiang listrik yang roboh. Akan tetapi, genteng atau lainnya masih utuh.
"Kami rasa bencana ini bukan angin puting beliung. Tapi hanya angin kencang. Tidak seperti yang terjadi di Desa Tambakrejo pekan lalu semua ikut diterjang rumah penduduk hancur," ungkapnya.
Bambang berharap, pihak PLN bisa mengevaluasi standarisasi pemasangan tiang listrik yang roboh itu. Apalagi, tiang listrik yang lain masih utuh.
"Kalau bisa dievaluasi menyeluruh pemasangan tiang listrik yang ada di Sidoarjo. Karena ini bisa berbahaya kala ada musibah bencana angin kencang. Warga bisa tersengat dan tertimpa tiang listrik kalau tidak sesuai standar," tegasnya.
Selain itu, lanjut Bacabup Sidoarjo ini dengan banyaknya bencana yang ada, pihaknya meminta ada inisisiasi dari BMKG dan Basarnas dengan mensosialisasikan musim pancaroba.
"Selain itu, soal evakuasi dan planningnya," ungkapnya.
Sementara semua pihak harus menjadi satu sinergi dengan masyarakat. Yakni mulai aparat kepolisian, Basarnas, dinas terkait dan BPBD. Penanganan PLN cukup baik, tapi harus dievaluasi standarisasinya.
"Sekali lagi, ini hanya tiang listrik yang roboh. Tidak disertai genteng atau lainnya yang melayang berhamburan. Untuk keselamatan publik dan tidak mengganggu ekonomi desa harus disediakan tiang listrik yang merangkul ITS atau instansi yang lain untuk lebih aktif sosialisasi. Kami berharap PLN cepat tanggap penanganannya," tandasnya. Zak/Waw
Editor : Redaksi