Surat Suara Dimasukkan Timba, Lasmi Jadi Ketua Fatayat Penambangan Terpilih

republikjatim.com
PEMILIHAN - Pemilihan Ketua Fatayat Ranting Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo suara pilihan dimasukkan timba, Selasa (05/11/2019). Insert Ketua Fatayat Terpilih dan Ketua Fatayat Lama.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana pesta demokrasi pemilihan Ketua Fatayat Ranting Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo terasa sederhana. Namun sarat makna.

Kendati calon Ketua Fatayat Ranting ada empat orang, tapi suasana guyub rukun para peserta saat pemilihan begitu terasa.

Prosesi pemilihan Ketua Fatayat Ranting itu, berlangsung di Pendopo Desa Penambangan. Hasilnya, Lasmi terpilih menjadi Ketua Fatayat Ranting dengan perolehan 16 suara, Wakil Ketua Baroroh dengan perolehan 12 suara, Sekertaris Kholipah dengan perolehan 8 suara dan Bendahara Likah dengan perolehan 6 suara.

Ketua Fatayat Ranting Penambangan Terpilih, Lasmi menyampaikan terima kasih kepada anggota Fatayat yang memilihnya.

"Insyaallah kami akan bekerjasama aktif turba ke dusun-dusun demi kemajuan dan kesejahteraan anggota," katanya.

Ketua Panitia Pemilihan, Rohwati mengungkapkan dalam pemilihan Ketua Fatayat Ranting periode 2019 - 2024 itu, tidak ada suara tidak sah. Bahkan Golput pun juga tidak ada.

"Pemerintah Desa menfasilitasi tempat bukti nyata pesta demokrasi bukan hanya waktu pemilihan Kepala Desa. Apalagi, dalam pemilihan surat suara dimasukkan timba. Itu sudah menjadi kesepakatan bersama," ungkapnya.

Sementara Ketua Fatayat Wilayah Balongbendo, Isnaini menguraikan baru kali pertama di Kecamatan Balonbendo ada pemilihan Ketua Fatayat Ranting calonnya lebih dari dua orang. Apalagi, dalam pemilihan tidak saling welehan menjadi calon ketua.

"Siapa pun yang terpilih jadi ketua harus belajar dari ketua lama," pintahnya.

Sebentar lagi, kata Isnaini bakal ada lomba adminitrasi terbaik PAC Fatayat Sidoarjo. Pihaknya meminta setiap ranting semangat sejak dini.

"Karena di Fatayat kita berjuang dan beramal soleh dengan niat ibadah. Sering turun ke bawah dan hadir di saat ada kegiatan Diba' Kubro untuk meraih syafaat Rasulullah SAW. Sekaligus Fatayat harus menunjukkan jati diri, tidak harus di dapur. Tapi mengayomi dan memberdayakan lingkungan untuk nilai ekonomis," tandasnya. Zak/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru