Ngawi (republikjatim.com) - Kabupaten Ngawi mendapat kehormatan menjadi pusat penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur (Jatim) Tahun 2026. Ajang olahraga pelajar tingkat provinsi itu, resmi dibuka Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim), Emil Elestianto Dardak, Jumat (06/11/2026) malam. Kompetisi yang melibatkan kontingen dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur ini, dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026 mendatang.
Penunjukan Kabupaten Ngawi sebagai pusat kegiatan menjadi momentum penting ini, untuk menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan even olahraga berskala provinsi. Selain menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet pelajar, penyelenggaraan POPDA XV Jatim juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi beserta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya POPDA XV Jawa Timur 2026. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran kompetisi saja.
"Akan tetapi, juga dari kemampuan ajang itu dalam melahirkan atlet-atlet muda potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional hingga internasional," ujar Emil Elestianto Dardak.
Lebih jauh, Emil juga berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan POPDA sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Bahkan, sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.
"Kepada para atlet, selamat berjuang untuk meraih prestasi terbaik. Junjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Selamat bertanding agar mendapatkan hasil yang terbaik," pinta Emil Elestianto Dardak.
POPDA XV Jawa Timur 2026 diikuti kontingen dari 38 kabupaten/kota. Pelaksanaan pertandingan tersebar di empat daerah. Yakni Kabupaten Ngawi, Kota Surabaya, Kota Madiun dan Kabupaten Magetan. Meski demikian, pusat kegiatan penyelenggaraan dipusatkan di Kabupaten Ngawi.
"Dari total 30 cabang olahraga yang dipertandingkan, sebanyak 21 cabang olahraga digelar di Ngawi. Kondisi itu, menjadikan daerah ini sebagai salah satu pusat aktivitas kompetisi sekaligus tempat berkumpulnya ribuan atlet pelajar, pelatih, ofisial dan pendamping dari berbagai wilayah di Jawa Timur," ungkap Emil yang juga mantan Bupati Trenggalek ini.
Sementara Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono menegaskan dibalik persaingan memperebutkan prestasi olahraga, penyelenggaraan POPDA XV Jatim juga membawa peluang ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat Kabupaten Ngawi. Kehadiran atlet dan rombongan pendamping dari berbagai daerah diperkirakan meningkatkan aktivitas sejumlah sektor usaha. Mulai dari perhotelan, rumah makan, transportasi, perdagangan hingga Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi merasakan dampak dari meningkatnya kunjungan selama pelaksanaan kegiatan besar itu.
"Tingginya mobilitas peserta dan pendamping juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah. Produk kuliner, kerajinan hingga hasil ekonomi kreatif khas Kabupaten Ngawi juga berpotensi menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang datang dari luar daerah," tegas Ony Anwar Harsono.
Momentum ini, lanjut Ony sekaligus menjadi kesempatan bagi Kabupaten Ngawi untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan berbagai keunggulan daerah kepada masyarakat Jawa Timur.
"Dengan demikian, POPDA XV Jatim, tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga pelajar saja. Akan tetapi, juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi daerah sekaligus penggerak aktivitas ekonomi lokal Kabupaten Ngawi," paparnya.
Sementara itu, persaingan antar - kontingen dalam perebutan supremasi olahraga pelajar tingkat Jawa Timur ini, berlangsung kompetitif sejak hari pertama pelaksanaan.
Berdasarkan klasemen sementara hingga Jumat (6/11/2026) pukul 14.51 WIB, kontingen Kota Surabaya masih memimpin perolehan medali dengan raihan 32 emas, 34 perak dan 37 perunggu. Secara keseluruhan, Surabaya telah mengoleksi 103 medali.
Posisi kedua ditempati Kota Gresik dengan perolehan 26 medali emas, 14 perak dan 14 perunggu atau total 54 medali. Sementara Kabupaten Sidoarjo berada di peringkat ketiga dengan koleksi 15 emas, 26 perak, dan 16 perunggu, sehingga mengumpulkan total 57 medali.
Di posisi keempat terdapat Kota Kediri dengan raihan 15 emas, 15 perak dan lima perunggu. Sedangkan posisi kelima ditempati Kabupaten Bangkalan yang telah mengoleksi 12 emas, enam perak dan enam perunggu.
Persaingan juga terlihat dari sejumlah daerah lainnya. Kabupaten Malang, Kota Malang, Banyuwangi, Jombang dan beberapa kabupaten/kota lain terus menunjukkan daya saing melalui perolehan medali dari berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan.
"Peta klasemen sementara itu, memperlihatkan ketatnya persaingan kekuatan olahraga pelajar di Jawa Timur. Dominasi sejumlah kota besar juga diimbangi dengan kemunculan daerah-daerah lain yang mampu bersaing dalam perburuan medali.
Dengan waktu penyelenggaraan yang masih berlangsung hingga 11 November 2026, peluang perubahan posisi klasemen masih terbuka seiring berjalannya pertandingan di berbagai cabang olahraga," tandasnya.
Sementara penyelenggaraan POPDA XV Jawa Timur 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang mampu melangkah ke jenjang lebih tinggi saja. Akan tetapi, juga meninggalkan manfaat nyata bagi Kabupaten Ngawi.
"Selain memperkuat pembinaan olahraga usia pelajar, suksesnya penyelenggaraan ajang ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah, meningkatkan kunjungan masyarakat, serta mendorong perputaran ekonomi lokal secara berkelanjutan," pungkas Ony yang dikenal sebagai Bupati Ngawi berusia muda itu. AdvKominfoNgawi/Ary/Waw
Editor : Redaksi