Ubah Mall Jadi Kelas Terbuka, 74 Siswa Spemduta Guncang Royal Plaza Surabaya Lewat Pentas Wonderland

republikjatim.com
PENTAS - Atrium Royal Plaza Surabaya mendadak riuh oleh aksi memukau dari 74 siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta), Sidoarjo, Selasa (18/08/2026).

Surabaya (republikjatim.com) - Atrium Royal Plaza Surabaya mendadak riuh oleh aksi memukau dari 74 siswa kelas 7 SMP Muhammadiyah 2 Taman (Spemduta), Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (18/08/2026). Bukan sekadar unjuk kebolehan, para siswa program International Class Orientation (ICO) ini menyulap pusat perbelanjaan menjadi ruang pembelajaran nyata lewat program Outdoor Learning (ODL) bertajuk Wonderland.

​Mewarnai kemeriahan HUT ke 81 Republik Indonesia, para siswa membuktikan keberanian mereka dengan mengambil alih penuh panggung utama. Tanpa campur tangan langsung guru di panggung, siswa secara mandiri memandu acara (Master of Ceremony) dalam bahasa Inggris, membawakan tarian tradisional Indonesia hingga menggebrak panggung melalui penampilan band modern.

Baca juga: Sinergi HMI dan Pemkab Sidoarjo, Siap Berantas Miras Ilegal, Tekan HIV/AIDS hingga Fasilitasi Pelantikan di Pendopo

​Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris di hadapan publik menjadi ujian mental. Bahkan, sekaligus ajang pembuktian bagi siswa kelas 7 ini. Atrium mal yang dipadati pengunjung dan orang tua siswa pun resmi berubah fungsi menjadi "laboratorium hidup" tempat mereka mengasah soft skills.

​Praktik unik ini menegaskan proses belajar tidak selalu terkukung dinding kelas dan lembar ujian kertas saja. Melainkan, mencakup pembentukan karakter. Diantaranya ​Komunikasi Autentik yakni mempraktikkan bahasa Inggris secara langsung di ruang publik, ​Kepemimpinan dan Kolaborasi yakni mengatur alur acara dan menyelaraskan pertunjukan tim serta ​Pelestarian Budaya yakni memadukan tradisi nusantara dengan sentuhan modernitas.

Baca juga: Semarak HUT ke 81 RI di KB TK Al Muslim, Tanamkan Nasionalisme dan Jiwa Kepemimpinan Sejak Dini

​Kepala Spemduta, Arif Syaifuddin mengatakan peran guru dalam kegiatan ini, murni sebagai fasilitator di belakang layar. Salah satunya, untuk memastikan keamanan dan ketercapaian target pembelajaran.

​"Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris di dalam kelas saja, tetapi berani menggunakannya dalam situasi nyata. Melalui Outdoor Learning ini, mereka belajar tampil, berkomunikasi, bekerja sama, bertanggung jawab,sekaligus bangga terhadap budaya Indonesia. Guru cukup mendampingi dan memantau. Karena panggung ini ,memang kami berikan sepenuhnya kepada siswa untuk belajar dan berkembang," ujar Arif Syaifuddin.

Baca juga: Modal Gotong Royong, Warga Sedatigede Sukses Bangun Masjid dan TPQ Rp 2,2 Miliar Diresmikan Bupati Subandi

​Aksi 74 siswa Spemduta di Royal Plaza Surabaya ini, berhasil mengubah cara pandang masyarakat tentang makna belajar. 

"Kemerdekaan belajar diartikan secara nyata. Salah satunya, berani keluar dari zona nyaman kelas, tampil percaya diri dan membawa potensi generasi muda Indonesia siap bersaing di tingkat global," pungkas Arif. Mil/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru