Sinergi Forkopimda Sidoarjo, Jaga Stabilitas Daerah hingga Siapkan KMP Sebagai Ekosistem Makanan Bergizi Gratis

republikjatim.com
RAKOR - Bupati Sidoarjo Subandi memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pemantauan Perkembangan Politik bersama OPD, Forkopimda dan perwakilan masyarakat di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (07/07/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo tancap gas dalam memperkuat stabilitas wilayah sekaligus menyukseskan program strategis nasional. Dipimpin langsung Bupati Sidoarjo, Subandi Pemkab Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (07/07/2026).

​Pertemuan krusial ini, dihadiri jajaran DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Peringati HKG PKK ke 54, Sriatun Subandi Ajak Kader Perkuat 10 Program Pokok Menuju Indonesia Emas 2045

​Bupati Subandi mengatakan tata kelola pemerintahan yang kokoh bukan sekadar urusan administratif saja.  Melainkan, kunci utama dalam menjaga ketertiban, memperkuat ketahanan sosial serta membangun keharmonisan di tengah masyarakat.

​"Sidoarjo memiliki posisi strategis dalam mendukung stabilitas Jawa Timur. Karena itu, kami berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang responsif dan kolaboratif bersama Forkopimda, tokoh agama hingga seluruh lapisan masyarakat," ujar Subandi.

​Salah satu poin paling menarik dalam rakor ini adalah komitmen penuh Pemkab Sidoarjo dalam mendukung visi-misi Presiden RI Prabowo Subianto. Khususnya, program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Subandi menilai program ini sangat vital untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas sejak dini. ​Namun, untuk memastikan program ini berjalan tanpa kendala, diperlukan pengawasan dan sinergi yang berlapis.

Baca juga: Tekan Biaya Pakan Hingga 70 Persen, FPIK Unibraw Latih Pembudidaya Lele Malang Gunakan Trik Fermentasi

​"Pelaksanaan MBG memerlukan sinergi kuat antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keberhasilan program ini harus ditopang pengawasan bersama agar kualitas, keamanan pangan dan ketepatan sasarannya terjamin," tegas Bupati.

​Sebagai langkah konkret, Pemkab Sidoarjo tidak hanya menunggu instruksi pusat saja. Melainkan, langsung menyiapkan ekosistem pendukung lewat inovasi Kawasan Mandiri Pangan (KMP) di tingkat desa dan kelurahan.

"​Melalui KMP, pasokan bahan pangan untuk program MBG nantinya akan disuplai langsung dari potensi lokal. Strategi ini diharapkan mampu menghidupkan dan menggerakkan roda ekonomi warga Sidoarjo secara mandiri. Kami menginstruksikan agar ketahanan pangan daerah berfokus pada pemenuhan tiga komoditas utama beras, gula dan minyak goreng.
Harus fokus pada tiga item kebutuhan dasar masyarakat itu. Kehadiran program pangan ini harus bisa meringankan beban ekonomi masyarakat," pintanya.

Baca juga: Masuki Usia 668 Tahun, Bupati Ngawi Ajak Warga Fokus Bangun Karakter Gen Z dan Perkuat Gotong Royong

Sementara di akhir arahannya, Subandi mengajak seluruh elemen.mulai dari Forkopimda, DPRD, perangkat daerah, dunia usaha hingga tokoh masyarakat dan mahasiswa untuk merapatkan barisan demi mewujudkan Sidoarjo yang aman, sehat, maju dan berdaya saing.

​"Kita pastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan masa depan generasi penerus bangsa ini," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru