Menembus Ombak Sungai, Perjalanan Tim CCD MBM Vancouver Puri Surya Jaya Serahkan Beras 700 Kilogram di Pesisir Sidoarjo

republikjatim.com
SERAHKAN - Rombongan Tim Crisis Center Dhuafa (CCD) MBM Vancouver Puri Surya Jaya, Gedangan bersiap di Dermaga Blurukidul hingga tiba menyerahkan bantuan di tiga kampung terpencil di Sidoarjo, Rabu (18/03/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Mentari belum terlalu tinggi saat rombongan Tim Crisis Center Dhuafa (CCD) MBM Vancouver Puri Surya Jaya, Gedangan, Sidoarjo bersiap di Dermaga Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, Rabu (18/03/2026). Rombongan ini, bukan untuk berwisata. Namun, rombongan yang dipimpin langsung oleh H Sugiono Adi Salam ini membawa misi kemanusiaan yang berat secara harfiah maupun maknawi.

​Tim berangkat menuju titik terjauh di wilayah pesisir Sidoarjo. Rombongan ini menyapa dan menyerahkan bantuan sosial untuk warga Dusun Kepetingan,  Pucukan dan Dusun Kalikajang. Sebuah perjalanan yang menuntut fisik prima. Karena hanya bisa dijangkau dengan perahu mesin selama kurang lebih 2,5 jam membelah perairan.

Baca juga: Pimpinan, Redaksi dan Manajemen republikjatim.com Mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1447 Hijriyah

​Di atas perahu yang bergoyang, rasa kantuk dan lelah mulai menyergap. Namun, ada tanggung jawab besar di dalam lambung perahu mesin itu. Yakni 700 kilogram beras zakat beserta ratusan bingkisan santunan untuk dhuafa, janda, anak yatim hingga guru ngaji di pelosok kampung pesisir itu harus tersampaikan kepada penerimanya.

​"Jujur saja, sekarang baru terasa tangan kemeng (pegal) semua setelah ikut angkat-angkat beras 700 kilogram tadi," ujar H Sugiono Adi Salam, Owner Bandell Lighting yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Sidoarjo ini.

​Namun, rasa lelah itu seolah sirna tanpa sisa saat perahu bersandar dan disambut senyum warga ketiga kampung terpencil itu. Bagi masyarakat di dusun terpencil inu, kehadiran bantuan itu bukan sekadar soal materi saja, melainkan ada pesan mereka tidak dilupakan warga dan bagian dari di Kota Delta.

​"Rasa capek dan ngantuk saat berlayar terbayar lunas saat kita bisa bertemu dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan uluran tangan itu. Di sana kita melihat wajah-wajah syukur yang tulus menerima bantuan yang kami salurkan," ungkap pengusaha yang akrab disapa Abah Gik ini dengan nada haru.

Baca juga: Jenguk Wartawan Senior Hadi Suyitno, H Usman : Tenaga dan Pikirannya Masih Dibutuhkan Sidoarjo

​Bagi pengusaha yang berangkat dari nol ini, perjalanan menembus ombak sungai besar itu, bukan sekadar rutinitas penyaluran zakat. Bagi tim CCD MBM Vancouver, ini adalah perjalanan spiritual untuk menjemput ibroh atau pelajaran hidup.

​"Kami selalu menekankan turun langsung ke lapangan adalah cara terbaik untuk merawat rasa kemanusiaan di tengah-tengah hiruk pikuknya dunia," tegasnya.

Sugiono menilai terdapat dua hal utama yang dibawa pulang oleh tim dari pesisir Sidoarjo itu. Yakni rasa syukur berupa menyadari betapa besarnya nikmat rezeki dan kesehatan yang telah diberikan Allah SWT dan welas asih untuk menumbuhkan empati mendalam terhadap sesama yang hidup dengan keterbatasan akses di wilayah terpencil.

Baca juga: Bupati Subandi Apresiasi Bantuan Tiga Unit Sepeda Listrik CSR Indomaret untuk Satpol PP Sidoarjo

​"Gusti Allah mboten sare (Allah SWT tidak tidur). Insya Allah, setiap tetes keringat dan setiap butir beras yang tersalurkan menjadi barokah untuk kita semua," papar pemilik PT Sarana Karya Solusindo (SKS) ini.

Sementara ​perjalanan pulang mungkin terasa jauh dan otot-otot mungkin masih terasa nyeri. 

"Tapi bagi tim kami semua, membawa pulang kebahagiaan warga pesisir adalah obat yang paling mujarab," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru