SMP Al Muslim Meriahkan HUT ke 80 RI dan Hari Pramuka ke 64 dengan Berbagai Perlombaan Dari Catur Hingga Paduan Suara

republikjatim.com
LOMBA - SMP Al Muslim menggelar perayaan menggabungkan Peringatan Hari Pramuka ke 64 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia dalam acara bertema Kolaborasi adalah Kekuatan, Merdeka adalah Tujuan dengan berbagai perlombaan, Kamis (14/08/2025).

Sidoarjo (republikjatim.com) - SMP Al Muslim Jawa Timur (Jatim) menggelar perayaan akbar yang menggabungkan Peringatan Hari Pramuka ke 64 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia dalam sebuah acara. Kegiatan ini bertema Kolaborasi adalah Kekuatan, Merdeka adalah Tujuan.

Acara yang dihadiri seluruh warga sekolah, mulai dari dewan guru hingga siswa. Bahkan, acara ini dipenuhi dengan semangat kebersamaan dan antusiasme yang tinggi.

Baca juga: Tekankan Tri Sukses, Kemenhaj Jatim dan Sidoarjo Gelar Manasik Haji Perdana untuk CJH Asal Kota Delta

Ketua Panitia Acara, Andri Yulyanto mengucapkan rasa terima kasihnya atas kerja keras seluruh keluarga besar SMP Al Muslim. Andri menjelaskan persiapan telah dilakukan jauh-jauh hari agar seluruh siswa dan staf bisa berlatih dan mempersiapkan kegiatan dengan matang.

"Dalam kegiatan ini, terdapat empat lomba utama yang dipertandingkan. Yakni Scout Challenge, Lomba Catur, Lomba Mading dan Paduan Suara. Semua peserta yang ikut berbagai perlombaan itu, bakal diambil yang terbaik," ujar Andri Yulyanto kepada republikjatim.com, Kamis (14/08/2025).

Salah satu siswa kelas VII, Abiyu mengungkapkan perasaannya yang tegang karena ini pengalaman pertamanya mengikuti lomba di tingkat SMP. Apalagi, kondisinya langsung berhadapan dengan kakak kelasnya.

"Saya bersama teman-teman saya deg-degan. Karena baru pertama mengikuti perlombaan di SMP dan langsung berhadapan dengan kakak kelas. Doakan semoga kelas saya menang mendapatkan juara," ucap Abiyu.

Kepala SMP Al Muslim Jawa Timur, Ustadzah Ika Sriyaningsih menjelaskan penggabungan dua acara ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan menjadi warga Indonesia yang semakin kuat pada diri seluruh siswa dan siswinya.

"Semoga para generasi penerus bangsa ini semakin mencintai tanah air ini dimulai dari hal yang terkecil seperti kegiatan pada hari ini," katanya.

Lomba mading kemerdekaan diikuti seluruh kelas dan dikoordinasi Ustadzah Dita. Penilaian mading dilakukan pada pukul 14.00 WIB oleh juri Ustadzah Ekky, Ustadzah Junny dan Ustadzah Nurun. Kriteria penilaian mencakup kreativitas, isi dan konten literasi, desain, kesesuaian dengan tema serta kerapian dan kebersihan. Setiap mading harus berukuran A2 dan dibuat secara berkelompok dengan tema yang relevan dengan Hari Kemerdekaan.

Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan

"Konten mading harus memuat minimal 50 persen konten literasi dan disiapkan sebelum hari H. Sedangkan dekorasi dikerjakan di sekolah. Pemenang lomba mading akan dipilih dari masing-masing tingkatan kelas yaitu Kelas VII, VIII dan IX," paparnya.

Lomba Paduan Suara melibatkan perwakilan 10 sampai 15 anak dari setiap kelas dengan kostum bernuansa merah. Peserta wajib membawakan dua lagu. Yakni satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Lagu wajib yang bisa dipilih antara lain Maju Tak Gentar, Bangun Pemuda Pemudi, Hymne Pramuka atau 17 Agustus. Sementara pilihan lagu bebas bisa dari beberapa daftar yang disediakan atau lagu lain yang memiliki jiwa nasionalisme.

"Lomba ini dipimpin satu dirigen per kelompok dengan durasi maksimal 10 menit untuk kedua lagu. Juri lomba terdiri dari Ustadzah Dyah, Ustadzah Kiky dan Ustadz Ari. Penilaian didasarkan pada harmonisasi vokal, keselarasan nada, kekompakan dan performance (ekspresi, koreografi, kostum)," tegasnya.

Untuk Lomba Catur diikuti satu peserta dari setiap kelas dan diselenggarakan di aula. Lomba ini akan menggunakan tiga papan catur dengan setiap pertandingan langsung diikuti enam kelas. Setiap pertandingan memiliki waktu 15 menit. Pemenang adalah peserta yang berhasil melakukan skak mat.

"Kalau waktu habis dan belum ada pemenang, penentuan pemenang akan dihitung dari akumulasi poin bidak catur yang tersisa. Lomba ini akan dinilai juri Ustadz Udin, Ustadz Yogi dan Ustadz Rifai," urainya.

Baca juga: Sudah Jadi BB Mabes Polri, Somasi Bupati Sidoarjo Soal Pengembalian 3 Sertifikat Langsung Ditanggapi Rahmat Muhajirin

Sedangkan Scout Challenge menjadi lomba kepramukaan yang diikuti delapan anak dari setiap kelas dengan mengenakan kostum pramuka lengkap. Lomba ini dibagi menjadi empat pos. Mulai dari Lapangan Basket. Pos 1 adalah Tali Ikat Kelapa, dimana empat anak mengikat dan membawa kelapa menuju pos 2. Di Pos 2, satu anak harus melewati halang rintang sambil membawa kelapa. Pos 3, dua anak akan merangkai Dasadharma dan menempelkannya di papan dada, sambil tetap membawa kelapa. Terakhir, di Pos 4, satu anak akan membawa papan dada Dasadharma dan kelapa menuju panggung kehormatan.

"Acara ditutup dengan upacara pengumuman pemenang dan pembagian hadiah di aula menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu seluruh peserta," jelasnya.

Salah satu penerima hadiah, Aira mengucapkan terima kasih kepada panitia. Pihaknya, berharap hadiahnya akan lebih besar di tahun depan.

"Keseluruhan acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru