Sidoarjo (republikjatim.com) - Pelarian Achmad Yusuf Afandi yang sempat viral karena tinggal bersama bayinya di bawah kolong jembatan Frontage Road (FR) Gedangan, Sidoarjo mulai berakhir. Pria 32 tahun ini ditangkap petugas Polresta Sidoarjo atas dugaan kasus penggelapan sepeda motor milik keluarganya di Jombang.
Penangkapan Yusuf dilakukan oleh anggota Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo atas permintaan Polres Jombang. Terutama petugas yang menangani kasus dugaan penggelapan motor itu.
Penangkapan Achmad Yusuf Afandi ini berlangsung dramatis di pinggir JL Raya Kelurahan Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo. Yusuf ditangkap setelah sebelumnya tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo sempat kehilangan jejaknya di sekitar Pasar Suko, Kecamatan Sidoarjo.
"Awalnya kami mendapat permintaan dari petugas Polres Jombang untuk mengamankan tersangka (Achmad Yusuf Afandi). Dia dilaporkan berada di wilayah Sidoarjo. Saat petugas melacak menemukan di kawasan Cemengkalang itu," ujar Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Fahmi Amarullah Selasa (29/07/2025).
Lebih jauh, Fahmi menguraikan petugas terpaksa mengamankan Yusuf lantaran permintaan petugas Polres Jombang. Kemudian, petugas mendapat informasi awal dari masyarakat yang melihat Yusuf berada di sekitar Pasar Suko, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo. Namun saat anggota Buser Resmob mendatangi lokasi, Yusuf sudah tidak kunjung ditemukan. Meski petugas mencari di wilayah sekitar Pasar Suko.
"Kemudian tak berselang lama, petugas
melakukan penyisiran di sekitar jalan Pasar Suko hingga akhirnya menemukan Yusuf sedang tidur di pinggir JL Raya kawasan Cemengkalang itu dan diringkus petugas tanpa perlawanan," ungkap Fahmi.
Seketika itu, lanjut Fahmi menegaskan Yusuf langsung diamankan dan dibawa ke Polresta Sidoarjo. Pemeriksaan awal pun langsung dilakukan, sebelum Yusuf diserahkan petugas Polresta Sidoarjo kepada pihak Polres Jombang malam harinya.
"Anggota kami berhasil mengamankan tersangka (Yusuf) tanpa perlawanan dan sekarang dia sudah diserahkan ke Polres Jombang untuk proses penyidikan lebih lanjut," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, Achmad Yusuf Afandi sempat menyita perhatian publik setelah video dirinya bersama bayinya tinggal di kolong jembatan dengan kondisi memprihatinkan dan viral di Media Sosial (Medsos). Aksi itu, mengundang simpati warganet dan sempat mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak, sebelum akhirnya tersandung kasus dugaan penggelapan motor sekarang ini.
Ceritanya usai dievakuasi dari kolong jembatan FR Gedangan, Yusuf tinggal di rumah bantuan asosiasi pengembang properti Real Estate Indonesia (REI) Jatim di Dusun Seketi, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Dugaan penggelapan sepeda motor ini berasal saat Rabu (09/07/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Yusuf menggendong bayinya, Zafa Zumroh Arrohma mendatangi rumah Munir untuk meminjam sepeda motor. Alasannya untuk ke Dusun Tegalan, Desa Curah Malang, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.
Tanpa menaruh curiga, Munir meminjamkan sepeda motor miliknya. Namun, sampai 2 hari Yusuf dan bayinya tidak kunjung mengembalikan sepeda motor matic itu. Bahkan, Yusuf membawa bayi Zafa meninggalkan rumahnya di Dusun Seketi.
Kondisi ini membuat Munir melakukan pencarian ke Sidoarjo didampingi kakak kandung Yusuf yakni Naziatul Lailiah (35) serta Kades, BPD dan Babinsa Seketi, Jumat (11/07/2025) lalu. Pencarian dari siang sampai malam akhirnya membuahkan hasil.
Rombongan Munir menemukan Yusuf di lantai 2 ruko percetakan di wilayah Desa Sawotratap, Kecamatan Gedangan, Sidoarjo. Saat itu, Yusuf bersama bayinya. Munir pun menanyakan keberadaan sepeda motornya.
"Alasannya (sepeda motor) dipinjam temannya yang jadi Supeltas, besok janjinya pagi - pagi akan dikembalikan. Saya tunggu di sebuah warung kosong sama Yusuf saja, yang lain pulang ke Seketi, Jombang," kata Munir.
Dalam pertemuan itu, rombongan dari Seketi merayu Yusuf agar menyerahkan bayi Zafa. Setelah melalui perundingan cukup lama, akhirnya Yusuf menyerahkan Zafa ke kakak kandungnya. Sehingga Zafa dibawa pulang ke rumah kakak kandung Yusuf di Dusun Seketi.
Keesokan harinya, Sabtu (12/07/2025), lanjut Munir, Yusuf kembali menghilang. Tidak hanya itu, Yusuf juga mencuri ponsel miliknya. Aksi pelaku terekam CCTV minimarket di dekat warung itu. Beruntung, saksi hafal nomor ponsel istrinya sehingga bisa minta dijemput setelah pinjam ponsel pegawai minimarket.
"Sekitar jam setengah 4 (menjelang subuh), saya tertidur. Bangun-bangun HP sudah hilang dan kemungkinan besar dibawa Yusuf kabur," tandasnya.
Di hari yang sama, Pemerintah Desa Seketi berkoordinasi dengan Dinas Sosial Jombang terkait nasib Zafa. Sejak saat itu, Zafa dirawat di sebuah rumah aman yang lokasinya dirahasiakan. Untuk sementara waktu, Zafa di bawah perlindungan Pemkab Jombang.
Usai viral dan pulang ke Jombang itu, kini mendadak Yusuf pun dilaporkan kerabatnya sendiri yakni Munir (57) warga Dusun/Desa Seketi, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang ke Polsek Mojoagung Sabtu (12/07/2025) kemarin. Dalam laporannya, Yusuf diduga membawa kabur sepeda motor Hoda BeAT warna merah putih nopol S 5104 ZN milik pelapor Munir. Diketahui Munir tidak lain adalah kerabat Yusuf. Karena keponakannya menikah dengan kakak kandung Yusuf. Hel/Waw
Editor : Redaksi