Tiga Ruang Kelas dan Guru SDN Jenggot Krembung Terbakar 2023 Lalu, Baru Diperbaiki Tahun 2024 Ini

republikjatim.com
SIDAK - Plt Bupati Sidoarjo, Subandi saat Sidak di SDN Jenggot, Kecamatan Krembung yang dua ruang kelas dan satu ruang guru terbakar pada akhir Tahun 2023 lalu yang belum diperbaiki hingga saat ini, Senin (10/06/2024).

Sidoarjo (republikjatim.com) - SDN Jenggot, Kecamatan Krembung, Sidoarjo yang pada akhir Tahun 2023 lalu mengalami kebakaran, bakal diperbaiki. Akibat kebakaran hebat itu berdampak tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah.

"Pemkab Sidoarjo akan menyiapkan anggaran untuk perbaiki sekolah (SDN Jenggot) yang rusak akibat terjadinya kebakaran ini," ujar Plt Bupati Sidoarjo, Subandi saat Sidak di SDN Jenggot, Senin (10/06/2024).

Baca juga: BPPD Pemkab Sidoarjo Berlakukan Pembebasan Denda Pajak Daerah Mulai 4 Mei hingga 29 Oktober 2026

Selain itu, Subandi menginstruksikan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo, Dr Tirto Adi untuk segera memperbaiki ruangan SDN Jenggot yang mengalami kerusakan itu. Diantaranya beberapa ruang kelas dan kantor sekaligus ruang guru.

"Kami akan bekerja secepat mungkin untuk memperbaiki bangunan yang rusak. Harapannya, agar memberikan kenyamanan siswa dan guru dalam proses belajar mengajar," kata Subandi.

Baca juga: Siswa SMA Al Muslim Syukuri Kelulusan dengan Praktek Beri Bermanfaat, Bagi Pengalaman ke Adik Kelas dan Lainnya

Subandi juga meminta agar bukan bangunannya saja yang diperbaiki. Akan tetapi, fasilitas pendukungnya seperti meja, kursi, komputer dan alat tulis juga harus dilengkapi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Sidoarjo.

"Agar semua kebutuhan sarana dan prasaran untuk proses belajar mengajar terpenuhi semua," tegasnya.

Baca juga: Siapkan Skema Rp 209,5 Miliar, Bupati Kepala BPBD dan Dinas PUBM SDA Lobi BNPB Tangani Banjir Tahunan di Sidoarjo

Sementara Kepala SDN Jenggot, Maftuchanis Chariro mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengatur jadwal pembelajaran sementara sampai menunggu proses perbaikan selesai ruang kelas selesai. Salah satunya, mengatur jadwal pembelajaran dengan sistem shift. Kelas 1,2 dan 3 masuk pagi dan kelas 4,5 dan 6 masuk siang. Hal ini dilakukan agar anak-anak tetap bisa belajar meskipun dalam situasi darurat.

"Kami menilai sistem masuk shift yang telah dilakukan ini memang kurang efektif. Tapi hanya dengan cara itu anak-anak didik bisa belajar semua. Kami berharap perbaikan bangunan sekolah dapat segera terselesaikan dalam waktu singkat agar anak-anak dapat kembali belajar dengan normal," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru