Munajat Malam 1.000 Bulan di Pasar Ramadan, Gus Muhdlor Ajak Warga Doakan Sidoarjo Lebih Sejahtera

republikjatim.com
MALAM 1.000 BULAN - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengajak warga Sidoarjo agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, khususnya Ramadhan ke 21 atau 10 hari terakhir menjadi momen mulia yang biasa disebut Malam Lailatul Qadar, Minggu (31/03/2024).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengajak seluruh warga (masyarakat) Sidoarjo agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Khususnya, pada Ramadhan ke 21 atau 10 hari terakhir yang menjadi momen sangat mulia. Hal ini karena malam itu, adalah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan atau yang biasa disebut Malam Lailatul Qadar.

"Pada malam ke 21 ini mari kita bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdoa untuk diri kita dan untuk Kabupaten Sidoarjo agar menjadi Kabupaten yang baldatun toyyibatun warobbun ghofur, rakyatnya semuanya ditata dan sejahtera, pemimpinnya direkso, Ulamanya dijaga dan Kabupaten Sidoarjo dijauhkan dari marabahaya, bencana dan sebagainya," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini saat menghadiri Munajat Malam 1.000 Bulan acara Pasar Ramadhan di Alun-alun Sidoarjo, Minggu (31/03/2024) malam.

Baca juga: Pintu Terbuka Lebar di Candi Kala Hj Mimik Idayana Melebur Bersama Warga Sidoarjo di Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah

Gus Muhdlor juga menyampaikan rasa syukurnya karena pada Ramadhan ke 21 ini perkembangan Kabupaten Sidoarjo sudah lebih baik, khususnya pada perekonomiannya. Menurutnya, Ramadhan dan Idul Fitri selalu berkontribusi mempercepat perputaran ekonomi suatu daerah. Tinggi dan besaran pengeluaran untuk konsumsi masyarakat menjadi daya tarik sendiri bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan produk dan pemasarannya.

"Melalui kegiatan tahunan ini Pemkab Sidoarjo bekerjasama dengan salah satu televisi lokal di Jawa Timur, yaitu Pasar Ramadan diharapkan menjadi wadah yang mampu menghidupkan UMKM-UMKM di Sidoarjo," kata Bupati alumni Fisip Unair Surabaya ini.

Baca juga: Geger Klaim Dukungan Jelang Muscab PKB Sidoarjo, PCNU dan MWCNU Tegaskan Netral Tak Dukung Subandi di Acara Bukber

Selain itu, Gus Muhdlor juga turut menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang timbul karena adanya acara Pasar Ramadhan itu. Misalnya seperti halnya adanya kemacetan, karena tingginya antusias masyarakat yang datang ke acara itu.

"Saya atas nama Pemkab Sidoarjo meminta maaf apabila jenengan (kalian) yang mau kesini tadi jalannya macet. Justru ini menandakan antusias positif warga yang mendukung acara ini. Konsumsinya tinggi dan masyarakatnya tergolong kaya. Sehingga perekonomian Sidoarjo ikut maju dan membawa keberkahan untuk semuanya," tegas Bupati muda alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.

Baca juga: DPAC PKB Mulai Bantah Klaim Subandi, Sebut Tak Ada Dukungan Kembali Pimpin PKB Sidoarjo Justru Buka Lpj Dana Banpol

Sementara itu, Gus Muhdlor juga berharap ke depan acara (Kampung Ramadhan) ini selalu menjadi daya tarik masyarakat yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sidoarjo.

"Semoga acara Pasar Ramadan seperti ini terus berlanjut di tahun-tahun ke depan, dengan harapan menjadi keistiqhomahan. Jadi bukan hanya menjemput keberkahan, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sidoarjo," tandasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru