Petugas Damkar Sidoarjo Lepas Cincin yang Lukai Jari Nenek 64 Tahun Asal Pilang Wonoayu

republikjatim.com
LEPAS - Sejumlah petugas Damkar BPBD Pemkab Sidoarjo melepas cincin yang membuat jari Nenek Karomin (64) warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo yang membengkak dan tidak bisa dilepas, Senin (31/07/2023).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Call Center 112 milik Pemkab Sidoarjo mendapatkan laporan menarik yang melibatkan seorang nenek yang mengalami masalah dengan cincinnya. Laporan itu, berasal dari Fadli warga Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo.

Saat menelepon Call Center 112, Fadli mengeluhkan cincin Karomin (neneknya) yang usia 64 tahun tidak bisa dilepas dari jarinya. Bahkan hingga membuat jari neneknya membengkak.

Baca juga: Bupati Sidoarjo Mohon Doa Para Ulama Bangun Kota Delta Saat Semaan Jatman di Pendopo Delta Wibawa

Seketika itu, tim petugas Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten (BPBD) Pemkab Sidoarjo segera merespons laporan dan memberikan bantuan langsung. Petugas Damkar berusaha untuk mengatasi situasi ini dengan hati-hati dan cermat. Tujuannya, agar tidak menyebabkan cedera atau kerusakan pada cincin dan jari nenek Karomin.

Salah satu petugas Damkar mengatakan perlu waktu beberapa saat bagi petugas Damkar untuk mengevaluasi kondisi cincin dan mencari solusi terbaiknya.

Baca juga: Serap Aspirasi Warga Di Tulangan, Wabup Sidoarjo Dicurhati Soal Tingginya Angka Pengangguran dan Bantuan Alsintan

"Kami akhirnya berhasil melepaskan cincin dengan menggunakan teknik khusus dan alat medis yang sesuai," ujar petugas Damkar ini kepada republikjatim.com, Senin (31/07/2023).

 

Baca juga: Abadikan Semangat Kartini, KGPS Luncurkan Buku Antologi Puisi ke 15 Bertema Perempuan Pencerah Hati

Setelah kejadian itu, petugas Call Center 112 Sidoarjo mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan berjaga-jaga saat mengenakan perhiasan. Terutama jika menghadapi masalah atau mengalami situasi darurat atau keadaan yang memerlukan bantuan segera, masyarakat diharapkan segera menghubungi Call Center 112 untuk mendapatkan bantuan yang cepat dan profesional.

"Laporan ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan perhiasan. Bahkan harus selalu siap menghadapi berbagai situasi darurat. Mari saling berbagi informasi dan peduli terhadap keselamatan diri dan sesama," tandas salah seorang petugas Call Center 112 Kabupaten Sidoarjo itu. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru