Sidoarjo (republikjatim.com) - Optimalisasi gerakan budaya literasi di lingkungan sekolah perlu dilakukan. Karena itu, dalam peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) sekaligus sebagai hari lahirnya Hari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) pada 17 Mei di SMA Al Muslim digelar Launching 4 Buku Karya Guru dan Siswa.
Peringatan ini dikemas dalam bentuk talk show bersama KH D Zawawi Imron dengan tema 'Mengukir Jejak dengan Tulisan'. Kegiatan ini untuk menumbuhkan budaya literasi sekolah. Selain itu, terbentuk ekosistem habituasi sekolah mapan literasi. Guru dan siswa menjadi pribadi yang kreatif dan produktif dalam berliterasi.
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
"Alhamdulilah, 4 buku ini merupakan hasil terbitan tahun kedua hasil karya guru dan siswa SMA Al Muslim. Buku-buku ini sebagai semangat dan komitmen yang dimiliki agar dapat terwujud tepat dalam peringatan Hari Buku Nasional 2023," ujar Kepala SMA Al Muslim Jawa Timur, Dr Mahmudah kepada republikjatim.com, Rabu (17/05/2023).
Lebih jauh, Mahmudah menjelaskan bukan perkara yang sulit untuk menghasilkan sebuah buku. Akan tetapi juga bukan perkara yang mudah. Sebab, diperlukan latihan membaca buku, kemauan tekad yang kuat dalam merangkai ide menjadi tulisan utuh, serta lingkungan yang mendukung agar lembaran tulisan karya guru dan siswa dapat dibukukan.
Dalam menghasilkan suatu karya berupa buku, guru penanggung jawab berupaya optimal dalam memotivasi guru dan siswa untuk menyelesaikan tulisan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan.
"Hal ini tentunya tidaklah mudah, membutuhkan upaya pantang menyerah sampai semua tulisan terkumpul. Kemudian melalui proses sunting dan telaah hingga akhirnya berhasil dicetak. Karena menjadi penulis yang baik tentu melalui sebuah proses. Proses ini yang sedang dilalui guru dan siswa SMA Al Muslim. Demi membangkitkan semangat menulis, maka yang dilakukan guru dan siswa menulis yang mudah dari yang dilakukan sehari-hari. Hal ini dilakukan dalam rangka membangkitkan semangat menulis, baik guru maupun siswa," ungkapnya.
Buku yang dilaunching pada peringatan Hari Buku Nasional Tahun 2023 ini berjudul Inovasi Transformasi Pembelajaran (Kumpulan Praktik Baik Guru), Penjelajah Waktu (Kumpulan Cerita Sejarah Pribadi), Mosaik Kenangan (Kumpulan Cerita Pendek Remaja) dan Bait Dandelion (Antologi Tipografi Puisi). Buku-buku ini dihasilkan guru dan siswa yang ditulis di tengah kesibukan melaksanakan tugas belajar dan mengajar.
"Semangat menghasilkan buku inilah yang selalu dijaga agar guru dan siswa SMA Al Muslim terus berkarya," tegas Kepala SMA Al Muslim ini.
Sementara saat talk show KH D Zawawi Imron berpesan dengan sabar, tabah, bersungguh-sungguh dan bersemangat teguh, maka semua akan mudah. Anak muda harus semangat belajar dan berkarya. Sebelum talk show dimulai, Ananda Nabiilah Adzraa Wishabriina kelas X Al Alim membacakan puisi karya D Zawawi Imron yang berjudul 'Ibu'. Puisi dibawakan dengan penghayatan yang baik hingga membuat audience terpesona mendengarkan mahakarya puisi KH D Zawawi Imron.
Setelah itu suasana menjadi riuh ketika bergantian KH D Zawawi Imron selaku penyair dan budayawan nasional berdiri dan membacakan puisi karya Nabilah Adzraa Wishabriina Kelas X Al Alim yang berjudul 'Bundadari' dari buku yang sedang dilaunching.
"Alhamdulillah, seneng sekali dan tidak menyangka puisi saya dibacakan langsung penyair nasional dalam momen launching buku di SMA Al Muslim ini. Tentunya, ini sangat memotivasi saya untuk terus berkarya lebih banyak dan baik lagi," papar Nabilah siswi Kelas X Al Alim SMA Al Muslim.
Saat ini, para guru memiliki segudang cerita dalam melaksanakan tugasnya. Karena itu, tidak akan kehabisan bahan cerita dalam menulis. Dengan menulis, maka pengalaman itu akan dikenal dan selalu dikenang oleh pembaca. Terutama, menjadi bahan praktik baik guru yang dapat menginspirasi guru lain.
Selain itu, siswa juga dapat mencetak buku yang berisi kumpulan tulisan siswa yang terkait dengan kehidupan di rumah dan di sekolah. Yakni hubungan antara guru dan siswa saling terpacu menghasilkan sebuah buku.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
"Syukur tiada tara, bangga dan bahagia rasanya dapat membersamai anak-anak mewujudkan hasil inspirasi dan imajinasi dalam sebuah tulisan. Dalam pembelajaran pun, anak-anak bersemangat mampu menghasilkan buku mulai dari antologi puisi, kumpulan cerita pendek dan kumpulan cerita sejarah pribadi mereka sesuai jenjang kelas. Semangat ini, saya tularkan kepada para guru untuk ikut menulis pengalaman praktik baik dalam mengajar. Alhamdulillah siswa dan guru sama-sama memiliki karya," jelas salah seorang Penulis sekaligus Editor Buku Karya Guru dan Siswa, Nunuk Winarsih.
Launching buku hasil karya guru dan siswa ini diharapkan mampu membangkitkan gairah berliterasi di sekolah. Sebab, guru dan siswa dapat membudayakan habituasi yang literasi secara kreatif dan produktif.
"Dengan buku seseorang akan dikenang jejak tulisannya. Harapan ke depan masing-masing guru menghasilkan karya buku sendiri. Ada kata mutiara dari ulama besar Imam Al Ghazali menginspirasi kita untuk selalu berkarya dengan kalimatnya. Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi