Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus berupaya menurunkan angka pengangguran. Salah satunya, dengan mendorong sejumlah perusahaan yang ada di wilayah Sidoarjo bekerjasama dengan sejumlah sekolah kejuruan.
Hal ini seperti yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Sidoarjo yang menggelar Job Matching 2023 di SMK Krian 1. Kegiatan ini diikuti belasan perusahaan dengan membuka ratusan lowongan kerja, Senin (15/05/2023).
Baca juga: Gebyar Literasi Anak PAUD hingga SD Ikut Meriahkan Peringatan Harjasda ke 167 di Kota Delta
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali mengatakan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki sumbangsih besar terhadap negara. Sekolah kejuruan ini mencetak siswa terampil yang dibekali kompetensi dan siap bersaing di dunia kerja.
"Job Matching ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku usaha dan para pencari kerja. Perusahaan dapat menemukan calon pekerja sesuai kualifikasi yang diterapkan. Dan pencari kerja dapat menemukan posisi sesuai keahliannya," ujar Bupati muda yang akrab disapa Gus Muhdlor ini kepada republikjatim.com, Senin (15/05/2023).
Selama ini, Sidoarjo pernah mengalami ledakan angka pengangguran. Tingginya angka pengangguran saat itu, karena dampak pandemi covid-19. Sejak intervensi yang dilakukan Pemkab Sidoarjo dengan gencar membuka Job Matching di beberapa SMK serta Bursa Kerja Khusus (BKK).
"Langkah itu berdampak positif dengan menurunnya angka pengangguran," imbuh Bupati alumni Fisip, Unair Surabaya.
Berdasarkan data Tahun 2021, angka pengangguran Sidoarjo diangka 10,87 persen. Hal ini, karena dampak pandemi Covid-19. Langkah yang dilakukan Pemkab Sidoarjo kemudian terus memberikan intervensi melalui Bursa Kerja Khusus (BKK). Hasilnya di Tahun 2022 angka pengangguran turun menjadi 8,80 persen.
"Berdasarkan data itu langkah-langkah kerjasama antara SMK dengan perusahaan terus didorong untuk menekan angka pengangguran di Kota Delta ini," tegas alumni SMAN 4 Sidoarjo ini.
Putra KH Agoes Ali Masyhuri ini juga berpesan agar sekolah SMK terus meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri.
"Untuk bisa masuk dalam persaingan dibutuhkan ketrampilan yang mumpuni. Untuk itu, kita harus siap memprioritaskan peningkatan kompetensi anak didik kita," jelasnya.
Baca juga: Peringati Harjasda ke 167, Gelar Doa Bersama 1000 Anak Yatim Sekaligus Santunan
Sementara Kepala Disnaker Pemkab Sidoarjo, Ainun Amalia menegaskan Job Matching ini menjadi bentuk fasilitasi kepada mereka para siswa lulusan SMK. Menurut Ainun setiap tahun lulusan SMK banyak contohnya SMK Krian 1 yakni setiap tahun meluluskan 600 siswa belum termasuk sekolah lainnya. Hal itu, yang mendorong Disnaker membuka Job Matching di SMK untuk mempertemukan perusahaan dengan calon pekerja dari tenaga terampil SMK.
"Setiap tahun angka pengangguran berpotensi bertambah. Maka dengan Job Matching akan membantu SMK mendapatkan peluang bisa bekerja langsung setelah lulus sekolah," katanya.
Sedangkan Kepala SMK Krian 1, Dhini Mekarsari menyampaikan terdapat sekitar 15 perusahaan yang menjadi rekanan SMK Krian 1. Saat ini terdapat 58 perusahaan dengan lowongan pekerjaan 448 tenaga kerja.
"Ini kesempatan yang baik ini dan tidak boleh terlewatkan bagi peserta didik. Kami akan menggeber kemampuan anak didik kami agar selanjutnya memiliki daya saing tinggi," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi