BHS Disambati Pedagang Soal Beratnya Retribusi di Pasar Sukodono, Siap Selesaikan dalam 100 Hari Kerja

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIALOG - Cabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Sukodono untuk mengetahui keluhan dan sejumlah persoalan di pasar tradisional yang sudah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) itu, Rabu (23/09/2020).
DIALOG - Cabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan sejumlah pedagang di Pasar Sukodono untuk mengetahui keluhan dan sejumlah persoalan di pasar tradisional yang sudah mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI) itu, Rabu (23/09/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Calon Bupati (Cabup) Bambang Haryo Soekartono (BHS) menunjukkan kepeduliannya terhadap para pedagang pasar tradisional. Kali ini, kepedulian itu ditunjukkan saat menyambangi Pasar Sukodono, Sidoarjo.

Cabup yang berpasangan dengan Cawabup M Taufiqulbar ini mendapatkan keluhan soal beratnya retribusi di Pasar Sukodono. Terutama retribusi yang berkaitan dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) yang nilainya tidak sama. Bahkan ada kecenderungan ada kenaikan lima kali lipat.

"Persoalan retribusi ini akan kami pelajari. Harus dicek Perda dan Perbup terkait sertifikais ulang 3 tahun sekali. Jangan sampai ada kenaikan 5 kali lipat. Kalau pedagang harus membayar Rp 50 juta misalnya, pasti tak akan kuat. Karena pedagang membangun sendiri stannya. Seharusnya pemerintah daerah yang membangun stannya," ujar BHS disela-sela kunjungannya di Pasar Sukodono, Rabu (23/09/2020).

BHS yang juga mantan anggota DPR RI ini berjanji bakal segera mencarikan solusi soal retribusi 3 tahunan itu. Selain mempelajari Perda dan Perbup, juga akan dibicarakan dengan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo.

"Saya akan menyelesaikan masalah ini dalam 100 hari kerja. Retribusi jangan sampai membebankan pedagang. Kalau berat pedagang akan dibebankan ke harga bahan pokok. Kalau bahan pokok naik maka rakyat yang akan kesulitan belanja saat ada kenaikan harga. Nanti akan kami kaji khusus soal retribusi ini. Karena saat itu komitmen ketika hendak dibangun, pedagang disuruh pindah ke penampungan dan dibangun biaya pedagang sendiri. Saat masuk ke pasar tidak akan ditarik lagi kecuali retribusi harian. Ini secepatnya akan kami selesaikan," imbuhnya.

Saat ini, kata Alumnus ITS Surabaya ini, Pasar Sukodono ada sekitar 500 pedagang. Menurutnya mereka harus dilindungi agar mereka tetap eksis. Apalagi, pedagang memberi kontribusi perekonomian dan serapan tenaga kerja. Selain itu, juga berkontribusi dalam pelayanan sembako. Jika pedagang tak berjualan maka warga akan berbelanja kemana-mana yang lebih jauh lagi.

"Kalau bisa pedagang tidak perlu lagi menyewa karena pasar ini dibangun dengan APBN. Kalau membayar diambil paling minim. Perbup juga isinya agar pedagang sanggup membayar begitu juga dengan Perdanya. Semua akan dianalisa dan dicarikan solusinya. Apalagi sekarang masa pandemi virus Corona. Pasar Sukodono yang sudah ber-SNI ini harus dipertahanakan dan pedagang tidak boleh bangkrut," tegas pengusaha transportasi ini.

Sementara Kepala Pasar Sukodono, Hariyanto menegaskan retribusi berdasarkan Perbup dan Perda itu merupakan masalah tahunan. Baginya, seandainya pedagang sejak masuk mau mengurus surat-suratnya maka tidak akan memberatkan pedagang.

"Harusnya sejak masuk ke pasar ini lagi pedagang membayar sesuai Perda itu. Tapi, sampai berjalan 3 - 4 tahun mereka belum membayar. Sekarang yang belum bayar SKR separoh lebih. Ada 60 persenan pedagang yang belum bayar. Karena pembayaran Surat Keterangan Retribusi (SKR) langsung ke Bank Jatim," tandasnya. Hel/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Sambut Hari Pertama Sekolah, Bupati Subandi Titip Moral Generasi Muda ke Guru Sekaligus Apresiasi Orang Tua

Sambut Hari Pertama Sekolah, Bupati Subandi Titip Moral Generasi Muda ke Guru Sekaligus Apresiasi Orang Tua

Senin, 13 Jul 2026 13:55 WIB

Senin, 13 Jul 2026 13:55 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana Hari Pertama Sekolah (HPS) Tahun Ajaran Baru 2026/2027 di Kabupaten Sidoarjo berlangsung hangat, Senin (13/07/2026).…

Rencana Razia Lokalisasi Bocor, Warung Remang-Remang Mendadak Sunyi, Dewan Sidoarjo Desak Evaluasi Total

Rencana Razia Lokalisasi Bocor, Warung Remang-Remang Mendadak Sunyi, Dewan Sidoarjo Desak Evaluasi Total

Minggu, 12 Jul 2026 14:32 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 14:32 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Operasi besar-besaran penyakit masyarakat (pekat) yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo bersama Forkopimda, Sabtu…

Bocor, Razia Maraton Malam Hari Wabup Sidoarjo Pastikan 'Sikat Habis' Prostitusi, Judi dan Miras di Kota Delta

Bocor, Razia Maraton Malam Hari Wabup Sidoarjo Pastikan 'Sikat Habis' Prostitusi, Judi dan Miras di Kota Delta

Minggu, 12 Jul 2026 12:24 WIB

Minggu, 12 Jul 2026 12:24 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo menunjukkan taringnya dalam memberantas penyakit masyarakat. Dipimpin langsung Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo,…

Kuatkan Nasionalisme dan Kedisiplinan, Ratusan Siswa Baru YPM Sidoarjo Ikuti MPLS HEBAT 2026 di Markas Kikav Panser

Kuatkan Nasionalisme dan Kedisiplinan, Ratusan Siswa Baru YPM Sidoarjo Ikuti MPLS HEBAT 2026 di Markas Kikav Panser

Sabtu, 11 Jul 2026 10:14 WIB

Sabtu, 11 Jul 2026 10:14 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana berbeda terlihat di Lapangan Kompi Kavaleri (Kikav) 3 Panser. Ratusan siswa baru yang tergabung dalam Komplek Yayasan…

Panasi Mesin Sekaligus Buka Ruang Kompetisi Sehat, PDI Perjuangan Dapil I Sidoarjo Minim Sodorkan 5 Calon Ketua Ranting

Panasi Mesin Sekaligus Buka Ruang Kompetisi Sehat, PDI Perjuangan Dapil I Sidoarjo Minim Sodorkan 5 Calon Ketua Ranting

Jumat, 10 Jul 2026 21:54 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:54 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Dinamika politik internal DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sidoarjo kian menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Ranting…

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Surabaya (republikjatim.com) -  Di era serba digital, reputasi produk dan karya jurnalistik digital alias "rekam jejak" di mesin pencari menjadi aset yang …