Minimalisir Kecelakaan di Perlintasan KA Sebidang, BHS Siap Lengkapi EWS

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
CEK - Bacabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengecek perlintasan KA sebidang di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang sebelumnya menyebabkan satu keluarga menjadi korban kecelakaan tertabrak KA Sri Tanjung, Rabu (19/08/2020).
CEK - Bacabup Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengecek perlintasan KA sebidang di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang sebelumnya menyebabkan satu keluarga menjadi korban kecelakaan tertabrak KA Sri Tanjung, Rabu (19/08/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Perhatian Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) terhadap keselamatan nyawa publik benar-benar serius dan diutamakan. Hal ini dibuktikan dengan kehadirannya mengecek perlintasan Kereta Api (KA) sebidang di Desa Gilang, Kecamatan Taman, Sidoarjo yang sebelumnya merenggut 4 nyawa dalam satu keluarga.

Usai berdialog dengan petugas penjaga perlintasan dan perwakilan PT KAI, BHS berharap kecelakaan di perlintasan sebidang tidak terulang lagi. Apalagi, merenggut nyawa korban dengan jumlah cukup banyak.

"Dalam setahun lebih 3 kali kecelakaan di perlintasan KA sebidang. Ini tidak boleh terjadi lagi. Kita akan usahakan zero accident (nol kecelakaan) di lintasan sebidang. Kalau saya diamanahi jadi Bupati Sidoarjo, saya akan membantu PT KAI dan petugas jaga perlintasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dalam membuat satu sistem peringatan dini dalam meminimalisir kecelakaan," ujar BHS kepada republikjatim.com, Rabu (19/08/2020).

Peringatan dini itu, kata mantan anggota DPR RI ini yakni berupa perlengkapan alat Early Warning System (EWS). Suaranya juga diberi yang cukup keras. Hal ini agar saat informasi bakal ada KA melintas tidak hanya didengar petugas penjaga perlintasan KA. Akan tetapi, juga didengarkan masyarakat diluar pos penjagaan. Harapannya, saat petugas lalai masyarakat sudah siap dan mengetahui informasi adanya KA yang bakal melintas itu.

"EWS ini akan dikaitkan dengan pintu perlintasan yang bisa menutup sendiri tanpa petugas. Kemudian petugas berfungsi hanya membukakan pintu perlintasan itu. Termasuk petugas juga akan mengawasi agar pintu perlintasan tidak dibuka orang lain," imbuhnya.

Selama ini, lanjut Alumnus ITS Surabaya ini PT KAI memiliki anggaran berupa Infrastructure Maintenance Operation (IMO). Dalam anggaran IMO itu, di dalamnya juga untuk kepentingan infrastruktur perlintasan KA sebidang.

"Untuk mengurangi angka kecelakaan termasuk di jalur baru yang dibuka warga untuk kelancaran transportasi darat maka pemerintah wajib melengkapinya dengan alat peringatan dini itu. Peralatan ini harus diutamakan pengadaannya berapa pun anggarannya. Karena menyangkut keselamatan nyawa publik yang tak ternilai harganya," tegasnya.

Bacabup yang sudah mengantongi rekomendasi resmi Partai Gerindra ini menyebutkan misalnya dibutuhkan anggaran Rp 200 miliar untuk pengadaan EWS, maka tetap harus dipenuhi. Apalagi, anggaran sebesar itu untuk memenuhi kebutuhan 50 perlintasan sebidang se Sidoarjo.

"Demi nyawa publik tidak mahal pengadaan EWS itu, jika dibandingkan dengan nyawa publik yang tak ternilai. Kalau ada alat-alat yang rusak dan kurang efektif alangkah baiknya segera dilaporkan agar ditindaklanjuti Dishub dan PT KAI dengan pengecekan berkala. Sekaligus mengontrol kondisi peralatan yang ada di setiap pos jaga. Misalnya soal sirine dan plang pintu perlintasan yang terkadang macet," urainya.

Perwakilan PT KAI, Arif mengaku jika penjaga perlitasan KA di Desa Gilang adalah petugas Dishub Pemkab Sidoarjo. Mereka seharusnya langsung melaporkan ke Dishub jika ada kerusakan peralatan agar segera ditindaklanjuti.

"Kalau peralatan rusak tidak ditindaklanjuti maka akan memicu potensi kecelakaan seperti yang terjadi beberapa hari kemarin antaran KA Sri Tanjung dan mobil," tandasnya. Hel/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Bupati Subandi Usap Air Mata Keluarga Tak Mampu di Krian dengan Bantuan Kursi Roda dan Perbaikan RTLH

Bupati Subandi Usap Air Mata Keluarga Tak Mampu di Krian dengan Bantuan Kursi Roda dan Perbaikan RTLH

Rabu, 07 Okt 2026 06:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 06:33 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam meringankan beban warga kurang mampu terus ditunjukkan secara nyata.…

Sulap Lahan Tidak Produktif Jadi Cuan, Desa Sidorejo Krian Launching Wisata Petik Melon Premium

Sulap Lahan Tidak Produktif Jadi Cuan, Desa Sidorejo Krian Launching Wisata Petik Melon Premium

Rabu, 07 Okt 2026 06:10 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 06:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lahan desa yang tadinya kurang produktif di Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, kini resmi disulap menjadi tempat wisata edukasi…

Sidak Proyek Betonisasi Jalan Junwangi - Kemasan Krian, Bupati Subandi Minta PPK Kerap Evaluasi Kejar Deviasi 9 Persen

Sidak Proyek Betonisasi Jalan Junwangi - Kemasan Krian, Bupati Subandi Minta PPK Kerap Evaluasi Kejar Deviasi 9 Persen

Selasa, 06 Okt 2026 20:10 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 20:10 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - ​Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus mematangkan percepatan pembangunan infrastruktur jalan. Bupati Sidoarjo, Subandi …

Sidak Rusunawa Tambak Kemerakan Krian, Wabup Sidoarjo Prihatin Merasa Eman Bangunan Megah Mangkrak

Sidak Rusunawa Tambak Kemerakan Krian, Wabup Sidoarjo Prihatin Merasa Eman Bangunan Megah Mangkrak

Selasa, 06 Okt 2026 19:18 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 19:18 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - ​Kondisi Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Desa Tambak Kemerakan, Kecamatan Krian, Sidoarjo memicu keprihatinan mendalam bagi Pe…

Frontage Road Waru Bebas Bangunan Liar, Satpol PP Sidoarjo Hancurkan Warung-Warung Bandel Kembalikan Fungsi Jalan

Frontage Road Waru Bebas Bangunan Liar, Satpol PP Sidoarjo Hancurkan Warung-Warung Bandel Kembalikan Fungsi Jalan

Selasa, 06 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 18:30 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo terus bergerak cepat menata kawasan jalan protokol. Kali ini,…

Kejar Minus Progres Pekerjaan 9,9 Persen, Proyek Jembatan Candinegoro Rp 1,46 Miliar Dikebut 24 Jam Non-Stop

Kejar Minus Progres Pekerjaan 9,9 Persen, Proyek Jembatan Candinegoro Rp 1,46 Miliar Dikebut 24 Jam Non-Stop

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Selasa, 06 Okt 2026 17:17 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo dikerjakan secara maraton 24 jam penuh mulai Senin (05/10/2026).…