Sidoarjo (republikjatim.com) - Bukannya duduk manis mendengarkan pelajaran di dalam kelas, belasan pelajar di Kabupaten Sidoarjo justru asyik nongkrong di warung kopi saat jam sekolah berlangsung. Ulah nekat ini memicu tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sidoarjo dan Satpol PP Provinsi Jawa Timur untuk menggelar razia penertiban secara mendadak, Kamis (20/08/2026).
Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) yang menyasar sejumlah warkop dan kafe di sekitar lingkungan sekolah ini, berhasil menjaring 10 pelajar yang kedapatan membolos. Tanpa berkutik, para siswa berseragam itu, langsung diangkut ke Kantor Satpol PP Sidoarjo untuk diberikan pembinaan sebelum diserahkan kembali ke orang tua masing-masing.
Plt Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sidoarjo, Novianto Koesno Adi Putro mengatakan langkah tegas ini bukan sekadar menindak siswa bolos saja. Melainkan, sebagai upaya preventif yang jauh lebih besar.
"Langkah ini merupakan tindakan preventif, khususnya dalam menekan lonjakan kasus HIV-AIDS di Sidoarjo serta membatasi peredaran minuman beralkohol di kalangan remaja dan pelajar," ujar Novianto Koesno Adi Putro.
Tidak main-main, petugas Satpol PP Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan sanksi yang lebih berat bagi pelajar yang membandel. Jika kedapatan mengulangi perbuatannya, petugas tidak akan segan mengoper penanganan siswa itu, ke dinas terkait.
"Kalau kedapatan mengulangi lagi, kami akan limpahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) agar ada efek jera. Ini penting untuk mencegah perilaku membolos, kumpul-kumpul tidak jelas maupun potensi aksi kenakalan remaja lainnya," tegasnya.
Sementara operasi serupa dipastikan akan terus digelar secara berkala di berbagai titik rawan di Sidoarjo.
"Langkah dan upaya ini, untuk mengikis kebiasaan membolos sekaligus membina karakter generasi muda agar lebih disiplin," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi