Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo terus mendata masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah sopir angkot. Kurang lebih 200 sopir angkot mendapatkan bantuan Sembako melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Sidoarjo, Senin, (27/04/2020).
Bantuan diberikan secara simbolis Wakil Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin yang sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sidoarjo kepada 50 sopir angkot di pendopo Delta Wibawa.
Wabup Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan masih ada 24.000 masyarakat terdampak Covid-19 diluar Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) milik Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo. Salah satunya adalah sopir angkot. DTKS Dinas Sosial Pemkab Sidoarjo sendiri mencatat ada 135.000 masyarakat terdampak Covid-19.
"Kami akan menyisir yang diluar DTKS itu. Oleh karena itu ada sopir angkot dan sebagainya," katanya.
Lebih jauh, Wabup yang akrab dipanggil Cak Nur ini memaparkan bantuan ini juga akan diberikan kepada pengemudi online. Selain itu juga diberikan kepada korban PHK yang tidak mendapatkan hak pesangon. Keberadaan mereka akan disisir untuk memperoleh bantuan tersebut. Pemkab Sidoarjo juga akan terus berupaya meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya kepada pelaku UMKM dengan memesan masker senilai Rp 1,5 miliar.
"Kami berharap bisa meningkatkan ekonomi masyarakat yang terdampak. Salah satunya UMKM. Kami sudah pesan masker senilai Rp 1,5 miliar di Tanggulangin, Waru, Gedangan dan Buduran. Bantuan stimulus ekonomi juga diberikan Disperindag. Seperti memberikan kemudahan dan keringanan retribusi pasar," tegasnya.
Sementara Kepala Disperindag Pemkab Sidoarjo, Tjarda menegaskan sopir angkot menjadi salah satu masyarakat yang terimbas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mereka akan terkena aturan pembatasan jumlah orang maksimal 50 persen dari kapasitas kendaraan. Selain itu Pemkab Sidoarjo juga akan memerhatikan pekerja harian dari sektor UMKM yang sudah tidak beraktivitas.
"Masih banyak pekerja harian yang terdampak Covid-19. Salah satunya di sentra industri kecil yang akan didata untuk menerima bantuan. Pekerja harian yang terdampak akan diperhatikan. Pekerja harian ini, termasuk di industri kecil. Karena sentra-sentra itu sudah tidak beraktivitas, usaha mikro, pedagang-pedagang informal itu akan dibantu," tandasnya. Hel/Waw
Editor : Redaksi