Puluhan User Tanah Kavling Bambu Kuning Tuntut Pengembalian Uang Pembelian

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
TUNTUT PENCAIRAN - Puluhan user (pembeli) tanah kapling di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo meminta penjelasan pengembang di aula Kantor Kecamatan Wonoayu soal pencairan uang yang mereka, Sabtu (18/01/2020).
TUNTUT PENCAIRAN - Puluhan user (pembeli) tanah kapling di Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo meminta penjelasan pengembang di aula Kantor Kecamatan Wonoayu soal pencairan uang yang mereka, Sabtu (18/01/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Puluhan user (pembeli) tanah kapling seluas 5 hektar berada di kawasan Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo berbondong-bondong, mendatangi kantor Kecamatan Wonoayu, Sabtu (18/01/2020). Kedatangan mereka selain menuntut pembayaran uang yang sudah lunas segera dikembalikan PT Bambu Kuning (BK), juga menuntut penjelasan terkait penetapan status tanah sejak dibeli Tahun 2016 lalu itu.

Puluhan user ini membeli tanah kavling seharga Rp 45 juta per kapling. Mereka membeli dengan cara mengansur selama 3 tahun. Namun tak jarang sebagian membeli secara tunai (cash). Sayangnya, pembelian tanah kavling itu, hingga kini tidak dapat mendirikan bangunan lantaran terkendala perizinanan dan adminiatrasi surat-menyurat.

"Pertemuan ini khusus Bambu Kuning 1 dan Bambung Kuning 2. Awalnya jual beli tanah kapling. Ternyata sekian tahun dari Tahun 2016 sampai sekarang tidak ada kejelasan tentang perizinan. Padahal, pembayarannya sudah lunas. Kalau status tanahnya itu sudah kuning, saya kira proses pembangunannya lebih cepat," terang salah satu User, Hasaluddin kepada republikjatim.com, Sabtu (18/01/2020) di kantor Kecamatan Wonoayu.

Selain itu, lanjut warga Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo ini mengungkapkan harga tanah kapling itu bervariasi antara Rp 45 juta per kapling hingga lebih. Namun masih bergantung ukurannya. Pihaknya mengaku membeli tanah kapling itu seharga Rp 70 juta, dengan ukuran 7 X 14 meter.

"Kami berharap uang pelunasan pembayaran tanah kapling segera dicairkan. Meski dipotong tidak jadi masalah. Bayangkan saja, saya sudah membeli 2 petak tanah kapling total Rp 140 juta, tapi belum bisa membangun," tegasnya.

Sementara Kuasa Hukum PT Bambu Kuning, Yunus Susanto menegaskan proses peralihan status tanah hijau ke status tanah kuning itu membutuhkan waktu. PT Bambu Kuning sudah mengajukan peralihan lahan itu.

"Sekarang akan menjadi status tanah kuning. Soal penetapannya belum diketahui secara pasti. Tapi PT Bambu Kuning terus berupaya. Hal itu sudah dilakukan penggodokan serta sudah diputuskan beberapa pihak Pemkab Sidoarji," urainya.

Sedangkan Dirut Utama PT Bambu Kuning, Dirga mengakui ada dua kesepakatan dalam pertemuaj itu. Yakni pertama user tetap mau melanjutkan sambil menunggu proses perizinan. Kedua user meminta pembatalan (uang dikembalikan).

"Disepakati bersama 100 hari kedepan, untuk pencairannya (pembatalan pembelian). Tapi tidak keseluruhannya minta pembatalan, hanya sebagian saja. Persoalan itu terjadi hanya terkendala proses perizinan," tandasnya. Yan/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Siap Mundur Jika Gagal dalam Setahun, 3 Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dilantik dengan Target Ekstrem

Siap Mundur Jika Gagal dalam Setahun, 3 Direksi Baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo Dilantik dengan Target Ekstrem

Kamis, 03 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 14:12 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru pengelolaan air bersih di Kabupaten Sidoarjo resmi dimulai. Tiga jajaran direksi baru Perumda Delta Tirta Sidoarjo…

Dewan Pers Belum Putuskan HPN 2027, AMSI SMSI Satu Suara Minta Digelar di Jakarta

Dewan Pers Belum Putuskan HPN 2027, AMSI SMSI Satu Suara Minta Digelar di Jakarta

Kamis, 03 Sep 2026 12:43 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 12:43 WIB

Jakarta (republikjatim.com) - Dewan Pers hingga Rabu (02/09/2026) malam, belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan…

Sidak Dinkes, Bupati Subandi Minta Petakan Kebutuhan Sarpras 31 Puskesmas di Sidoarjo Demi Kenyamanan Warga

Sidak Dinkes, Bupati Subandi Minta Petakan Kebutuhan Sarpras 31 Puskesmas di Sidoarjo Demi Kenyamanan Warga

Kamis, 03 Sep 2026 09:00 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 09:00 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi terus melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kali ini,…

Hadirkan 12 Praktisi dan Profesional, SMP Al Muslim Sidoarjo Bimbing Siswa Rancang Peta Karier Masa Depan Sejak Dini

Hadirkan 12 Praktisi dan Profesional, SMP Al Muslim Sidoarjo Bimbing Siswa Rancang Peta Karier Masa Depan Sejak Dini

Kamis, 03 Sep 2026 08:38 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 08:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana SMP Al Muslim Sidoarjo, Rabu (02/09/2026) tampak berbeda dari biasanya. Ratusan siswa kelas VII, VIII, dan IX menyambut…

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pesta demokrasi beberapa tahun mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat…

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut dari insiden dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Putat,…