Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo semakin gencar memutus rantai penularan penyakit Tuberkulosis (TBC). Langkah ini, diwujudkan melalui Deklarasi Desa dan Kelurahan Siaga Tuberkulosis di Pendopo Delta Wibawa pada Selasa (29/09/2026) yang melibatkan lintas sektor mulai dari jajaran desa, kader kesehatan hingga dunia usaha.
Acara strategis ini, dihadiri langsung Wakil Menteri Kesehatan RI dr Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Usai deklarasi, kedua Wamen ini juga meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan di RSUD RT Notopuro Sidoarjo dan Balai Pelayanan Sosial PMKS Jalanan Dinsos Jatim.
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana mengatakan penanganan TBC harus menjadi gerakan bersama. Pemberantasannya juga tidak bisa dibebankan hanya kepada tenaga medis.
"Penanggulangan TBC bukan hanya urusan tenaga kesehatan saja. Akan tetapi, juga urusan kita bersama. Pemkab Sidoarjo siap berkolaborasi membasmi TBC sampai tuntas," ujar Wabup Mimik saat mewakili Bupati Sidoarjo.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Sidoarjo hingga 25 September 2026, tercatat sebanyak 3.849 kasus TBC telah ditemukan dan 3.484 pasien. Diantaranya (90,5 persen) telah mendapatkan penanganan medis.
"Layanan skrining dan pelacakan aktif kini makin diperluas ke area berisiko seperti pondok pesantren, tempat kerja hingga permukiman padat penduduk," ungkap Mimik.
Untuk mempercepat pencarian dan penanganan kasus, Kementerian Kesehatan RI memberikan suntikan fasilitas berupa tambahan 3 unit X-ray portable.
"Tambahan alkes ini, melengkapi alat yang sudah ada sehingga Sidoarjo kini memiliki total 4 unit X-ray portable yang siap digunakan untuk skrining lapangan secara cepat," tegasnya.
Tidak hanya pendukung teknis, perhatian khusus juga diberikan kepada para garda terdepan penanganan TBC. Kemenkes RI juga mengalokasikan insentif honorarium sebesar Rp 500.000 per bulan untuk 656 kader TBC di Sidoarjo.
"Peran kader sangat vital karena mereka berada paling dekat dengan masyarakat, terutama dalam membantu pelacakan kontak, pendampingan berobat hingga edukasi pola hidup sehat warganya," ungkap Wamenkes dr Benjamin Paulus Octavianus.
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menambahkan seluruh fasilitas kesehatan mulai dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit terus disiagakan untuk memastikan setiap kasus yang terdeteksi langsung bisa ditangani hingga sembuh total.
"Harapan kami semua kasus TBC baik temuan baru maupun kasus lama bisa tertangani semuanya hingga Sidoarjo bebas TBC," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi