Prof Riyad UB : SMSI dan AI Bisa Buka Akses Modal, Pasar dan Pengembangan Teknologi bagi Pelaku Bisnis di Desa

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIALOG - Assoc Prof Ahmad Riyadh UB, PhD memaparkan beberapa materinya di acara Dialog Nasional usai Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jatim, Jateng, Jabar, Bengkulu dan Sumatera Selatan di Hall Dewan Pers, JL Kebon Sirih, Jakarta, Kamis
DIALOG - Assoc Prof Ahmad Riyadh UB, PhD memaparkan beberapa materinya di acara Dialog Nasional usai Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jatim, Jateng, Jabar, Bengkulu dan Sumatera Selatan di Hall Dewan Pers, JL Kebon Sirih, Jakarta, Kamis

i

Jakarta (republikjatim.com) - Para pemilik media yang punya jaringan khusus di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) memiliki posisi strategis dalam menghubungkan arus keuangan global dengan pengembangan ekonomi masyarakat desa. Media tidak cukup hanya berperan sebagai penyampai berita saja. Akan tetapi, juga harus mampu menjadi jembatan informasi yang mempertemukan modal, pasar, teknologi, informasi dan masyarakat desa.

Hal ini disampaikan Assoc Prof Ahmad Riyadh UB, PhD, dalam acara Dialog Nasional usai Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa SMSI Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (27/08/2026).

Acara ini sendiri dihadiri Hashim Djojohadikusumo, Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), Ketua Dewan Pers, Prof Komaruddin Hidayat dan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus. Dua pembicara dialog nasional hadir yakni Assoc Prof Ahmad Riyadh UB, PhD, Ketua Dewan Penasehat SMSI Jatim dan Yosep Kardinal, pakar  perbankan dengan moderator Prof Dr Taufikur Rohman.  

Prof Riyadh mengatakan keberhasilan pembangunan ekonomi tidak semata-mata diukur dari besarnya investasi yang masuk maupun jumlah tenaga kerja yang terserap. Ukuran yang lebih penting, sejauh mana investasi itu mampu menciptakan lapangan pekerjaan, menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat di desa.

"Keberhasilan di bidang ekonomi bukan hanya berapa besar investasi yang masuk, berapa tenaga kerja dan berapa orang yang bekerja. Yang harus dilihat adalah berapa banyak lapangan pekerjaan dan ekonomi yang tumbuh serta sejauh mana kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat," ujar Riyadh UB yang juga akademisi Umsida Sidoarjo ini.

Riyadh menilai, desa memiliki potensi ekonomi yang luar biasa. Terutama, jika dikembangkan melalui sektor pariwisata, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta berbagai potensi lokal lainnya. Karena itu, desa tidak boleh hanya diposisikan sebagai pasar bagi produk dari luar. Masyarakat desa harus didorong menjadi pelaku sekaligus pemimpin dalam ekosistem ekonomi.

"Sekarang Desa bukan hanya sekadar pasar. Desa harus menjadi penggerak dan pemimpin ekonomi dengan membangun sebuah ekosistem yang menghubungkan modal, informasi, teknologi, pasar dan masyarakat," pintanya.

Riyadh menegaskan persoalan ekonomi desa tidak bisa diselesaikan hanya dengan memberikan tambahan modal. Selain modal, masyarakat membutuhkan akses pasar, teknologi, informasi serta kepercayaan.

"Dari dulu kita selalu mengatakan desa kurang modal. Bukan hanya modal yang diperlukan. Selain modal itu ada pasar, teknologi, informasi dan kepercayaan. Yang bisa mempertemukan semua elemen itu adalah media. Karena itu, pembentukan Pokja News Room Jaga Desa oleh SMSI ini sangat penting," tegasnya.

Dalam konteks itu, kata Riyadh media memiliki peran penting. Media dapat membantu memperkenalkan potensi desa mulai dari proses produksi hingga mempertemukannya dengan pasar yang lebih luas.

"Bagaimana modal, pasar, teknologi, informasi dan kepercayaan bisa diperoleh? Yang mempertaruhkan itu media. Karena media memiliki kemampuan untuk memperkenalkan semuanya, mulai produksi sampai ke pasarnya," paparnya.

Riyadh juga mendorong media untuk melakukan transformasi bisnis. Media di masa depan, kata Riyadh tidak cukup hanya berorientasi sebagai perusahaan pemberitaan atau news company. Perubahan pasar dan pola kerja menuntut media untuk mengembangkan peran yang lebih luas.

"Jangan hanya berpikir bagaimana membuat berita. Media harus berpikir tentang ekonomi, termasuk bagaimana berita mengenai ekonomi bisa memberikan dampak ekonomi pula," jelasnya.

Riyadh menggambarkan hubungan antara informasi dan aktivitas ekonomi sebagai sebuah rantai yang saling berkaitan. Informasi yang baik dapat mendorong terjadinya transaksi. Transaksi, kemudian menghasilkan pendapatan, membuka lapangan pekerjaan, membangun kepercayaan, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Karena itu, tugas media bukan hanya menyajikan berita yang benar saja. Akan tetapi juga membangun ekosistem informasi yang mendukung perkembangan desa. Berita itu penting, tetapi bagaimana mengelola informasi, transformasi, transparansi, potensi desa, UMKM, investasi dan mengikuti kebutuhan masyarakat juga jauh lebih penting," ungkapnya.

Dalam perkembangan teknologi digital, Ahmad Riyadh juga mengingatkan media agar tidak menutup diri terhadap penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, AI dapat membantu manusia dalam berbagai pekerjaan jurnalistik, mulai dari membuat berita, menyusun naskah hingga memproduksi video dan berbagai bentuk konten lainnya. Namun, penggunaan AI tetap harus disertai tanggung jawab manusia. AI tidak boleh sepenuhnya menggantikan peran manusia dalam memastikan kebenaran informasi.

"Jangan menutup diri terhadap AI. Karena teknologi itu sudah membantu manusia. AI bisa membantu membuat berita, tulisan, video dan berbagai macam konten lainnya. Tetapi tetap ingat, AI hanya membantu. Kebenarannya tetap menjadi tanggung jawab manusia yang menggunakan AI," tandas Riyadh yang juga menjabat Exco (Executive Committee)  PSSI. 

Riyadh juga mengingatkan agar setiap informasi yang dihasilkan dengan bantuan AI tetap diperiksa, dilengkapi dan dipastikan memenuhi prinsip kebenaran serta keadilan.

"Semua itu, demi kepastian hukum dan transparansi dalam setiap pemberitaan,"  katanya.

Selain media dan teknologi, Ahmad Riyadh menilai kepastian hukum menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem investasi dan ekonomi desa. Investor, menurutnya membutuhkan kepastian hukum. Pada saat yang sama, keterbukaan informasi serta konektivitas data dan teknologi juga harus dibangun secara transparan.

"Investor harus memiliki kepastian hukum. Kemudian harus ada keterbukaan informasi serta data dan teknologi yang terkoneksi. Kami menilai keterbukaan tersebut pada akhirnya akan mendorong terciptanya keadilan dalam ekosistem ekonomi," ucapnya.

Sementara dalam ekosistem itu, AI dapat menyediakan akses terhadap berbagai model dan teknologi.  Sementara media startup dapat menyediakan informasi dan konektivitas. Data mengenai potensi desa, kemudian dapat dikembangkan menjadi konten yang memperkenalkan produk, sumber daya maupun pelaku ekonomi di desa.

"Dengan pendekatan itu, masyarakat desa tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi berubah menjadi pemain utama dalam aktivitas ekonomi.
Kalau desa menjadi pemain, akhirnya masyarakat menjadi sejahtera. Kekuatan ekonomi juga akan tumbuh dari desa," pungkasnya. Rit/Waw

 

Berita Terbaru

Politisi Muda PKB Sekaligus Putra Mahkota Bupati Rafi Wibisono Terpilih Aklamasi, Resmi Pimpin KONI Sidoarjo 2026 - 2029

Politisi Muda PKB Sekaligus Putra Mahkota Bupati Rafi Wibisono Terpilih Aklamasi, Resmi Pimpin KONI Sidoarjo 2026 - 2029

Rabu, 26 Agu 2026 19:28 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 19:28 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Politisi muda sekaligus anggota Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, Rafi Wibisono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite…

Buktikan Berkualitas Internasional, Kerajinan Kulit Lokal Sidoarjo Siap Tampil Memukau di Paris Fashion Week

Buktikan Berkualitas Internasional, Kerajinan Kulit Lokal Sidoarjo Siap Tampil Memukau di Paris Fashion Week

Rabu, 26 Agu 2026 18:38 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 18:38 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Produk kerajinan kulit lokal asal Kabupaten Sidoarjo kembali mengukir prestasi mengagumkan di kancah internasional. Brand UMKM…

Survei 1,5 Tahun Subandi - Mimik, Kepuasan Publik Sidoarjo Capai 70,6 Persen, Masalah Pengangguran Jadi PR Utama

Survei 1,5 Tahun Subandi - Mimik, Kepuasan Publik Sidoarjo Capai 70,6 Persen, Masalah Pengangguran Jadi PR Utama

Rabu, 26 Agu 2026 17:01 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 17:01 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Lembaga riset Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei evaluasi kinerja kepemimpinan Bupati…

Peringatan Maulid Nabi di Taman Ribuan Jamaah Tampak Khidmat, Wabup Mimik Ajak Warga Sidoarjo Guyub Rukun

Peringatan Maulid Nabi di Taman Ribuan Jamaah Tampak Khidmat, Wabup Mimik Ajak Warga Sidoarjo Guyub Rukun

Rabu, 26 Agu 2026 15:48 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 15:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Suasana penuh berkah dan kehangatan menyelimuti Desa Kletek, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (25/08/2026) malam. Ribuan jemaah…

Rombak Besar-Besaran, 2 Posisi Kunci Bergeser Sekda Fenny Apridawati Jadi Asisten III, Benny Airlangga Pimpin DPMPTSP

Rombak Besar-Besaran, 2 Posisi Kunci Bergeser Sekda Fenny Apridawati Jadi Asisten III, Benny Airlangga Pimpin DPMPTSP

Rabu, 26 Agu 2026 12:39 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:39 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemetaan ulang birokrasi skala besar - besaran melanda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Bupati Sidoarjo, Subandi secara…

Heboh Pembuangan Limbah Medis Sembarangan, Dinkes Sidoarjo Gandeng DLHK dan Pemkot Surabaya Usut Pelaku

Heboh Pembuangan Limbah Medis Sembarangan, Dinkes Sidoarjo Gandeng DLHK dan Pemkot Surabaya Usut Pelaku

Rabu, 26 Agu 2026 12:09 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 12:09 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus pembuangan limbah medis secara liar di kawasan Exit Tol Tambaksumur sekitar Pondok Tjandra, Kecamatan Waru, Kabupaten…