Kader Partai NasDem Sidoarjo Kecam Pemberitaan di Tempo, Minta Dewan Pers Bertindak Jaga Etika Demokrasi

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AKSI - Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama memimpin aksi di depan Kantor DPW Partai NasDem Jatim mendesak media Tempo minta maaf dan Partai NasDem bergerak tindaklanjuti kebenaran pemberitaan, Rabu (15/04/2026).
AKSI - Ketua DPD Partai NasDem Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama memimpin aksi di depan Kantor DPW Partai NasDem Jatim mendesak media Tempo minta maaf dan Partai NasDem bergerak tindaklanjuti kebenaran pemberitaan, Rabu (15/04/2026).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Reaksi keras datang dari kader Partai NasDem Kabupaten Sidoarjo atas sejumlah pemberitaan Media Tempo yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi mendeskreditkan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Termasuk, institusi partai secara keseluruhan.

Sebagai bentuk sikap tegas, sekitar 207 kader Partai NasDem Sidoarjo bergerak secara iring-iringan dari Kantor DPD Partai NasDem Sidoarjo menuju Kantor DPW Partai NasDem Jawa Timur. Kehadiran mereka untuk menyampaikan aspirasi sekaligus dorongan agar DPW Partai NasDem Jawa Timur segera menindaklanjuti persoalan itu, secara serius dan terukur.

Melalui surat terbuka yang disampaikan dalam aksi itu, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama mengatan kritik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Ia menjadi penyeimbang, pengingat sekaligus ruang koreksi bagi setiap kekuatan politik. Namun, ketika kritik kehilangan proporsi dan bergeser menjadi insinuasi yang merendahkan, maka bukan lagi menjalankan fungsi kontrol sosial. Akan tetapi, berubah menjadi alat pembentukan opini yang menyesatkan.

"Kami tidak anti kritik. Kami justru menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai pilar demokrasi. Tetapi, kebebasan itu harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etik, kejujuran dan keberimbangan," ujar Muh Zakaria Dimas Pratama di sela aksi.

Selain itu, Dimas Zakaria menilai sejumlah pemberitaan yang dimuat tidak sepenuhnya mencerminkan fakta secara utuh. Bahkan, cenderung membangun framing yang merugikan.

"Hal itu kami nilai berpotensi memengaruhi persepsi publik secara tidak berimbang," imbuhnya.

Dalam pernyataannya, kader NasDem Sidoarjo juga menunjukkan soliditas dan loyalitas tinggi dalam menjaga kehormatan partai serta kepemimpinan nasional.

"Siapa pun yang menyerang Ketua Umum (Partai NasDem, kami berarti berhadapan dengan seluruh kader NasDem se-Indonesia! Di Jawa Timur kami berdiri tegak, loyal, solid dan tidak akan membiarkan kehormatan pimpinan kami diinjak-injak!," tegas Dimas.

Selain itu, Zakaria Dimas menguraikan Partai NasDem bukanlah entitas bisnis, melainkan gerakan politik yang lahir dari semangat perubahan.

"Partai NasDem bukan perusahaan! Partai NasDem adalah gerakan perubahan! Kami kader di Jawa Timur tahu betul perjuangan ini dibangun dari nol dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat! Jangan pernah merendahkan perjuangan kami dengan framing yang menyesatkan!," ungkapnya.

Meski menyampaikan kritik keras, NasDem Sidoarjo menegaskan tetap menjunjung tinggi etika demokrasi dan membuka ruang dialog yang sehat. Aksi yang dilakukan pun ditegaskan berlangsung secara damai, tertib dan bermartabat.

"Kami tidak membungkam. Kami meluruskan. Kami tidak menutup ruang dialog, justru kami membuka ruang klarifikasi yang sehat, terbuka dan beradab," paparnya.

Dalam aksinya, kader Partai NasDem Sidoarjo juga menyampaikan sejumlah tuntutan tegas sebagai bentuk respons atas pemberitaan yang dinilai tidak proporsional. Mereka menyatakan keberatan atas konten pemberitaan yang dianggap tidak menjunjung tinggi etika jurnalistik serta berpotensi menyesatkan opini publik.

"Kami (kader Partai NasDem) mendesak Media Tempo untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan tertulis kepada Ketua Umum Partai NasDem (Surya Paloh) serta seluruh kader NasDem di Indonesia. Selain itu, kami juga meminta Dewan Pers untuk bertindak tegas dalam menindaklanjuti persoalan ini," pintanya.

Tidak hanya itu, massa aksi turut mendorong agar pihak terkait menjatuhkan sanksi tegas. Termasuk, kemungkinan penonaktifan, jika terbukti terjadi pelanggaran serius terhadap prinsip jurnalistik. Mereka juga menegaskan pentingnya proses hukum yang adil dan transparan untuk menjaga marwah pers sekaligus kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan.

"Kami menegaskan komitmen untuk terus mengawal demokrasi yang beretika dan berbasis pada kebenaran.
Kebenaran tidak boleh kalah oleh narasi yang dipaksakan. Demokrasi tidak boleh dirusak praktik pemberitaan yang mengabaikan etika jurnalistik," tandasnya. Ary/Waw

Berita Terbaru

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jaga Nama Baik, Jangan Asal Hapus Berita Jurnalistik di Platform Digital Bisa Kebiri Kebebasan Pers

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 20:38 WIB

Surabaya (republikjatim.com) -  Di era serba digital, reputasi produk dan karya jurnalistik digital alias "rekam jejak" di mesin pencari menjadi aset yang …

Terbukti Terlibat Konspirasi Rekrutmen Perangkat Desa di Tulangan, Ning Tiwi Divonis 4 Tahun Lantang Bakal Banding

Terbukti Terlibat Konspirasi Rekrutmen Perangkat Desa di Tulangan, Ning Tiwi Divonis 4 Tahun Lantang Bakal Banding

Jumat, 10 Jul 2026 18:46 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:46 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Babak baru kasus dugaan korupsi rekrutmen perangkat desa di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya menemui titik…

Gandeng Raksasa Siber Korsel, Pemkab Sidoarjo Siap Tangkal Serangan Ransomware hingga Kebocoran Data

Gandeng Raksasa Siber Korsel, Pemkab Sidoarjo Siap Tangkal Serangan Ransomware hingga Kebocoran Data

Jumat, 10 Jul 2026 00:52 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 00:52 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo tancap gas dalam memperkuat benteng pertahanan digitalnya. Untuk mengamankan program percepatan transformasi…

Optimalisasi Akses atau Ruang Gelap? Menguji Integritas Data dan Krisis Transparansi SPMB SMPN Sidoarjo 2026

Optimalisasi Akses atau Ruang Gelap? Menguji Integritas Data dan Krisis Transparansi SPMB SMPN Sidoarjo 2026

Kamis, 09 Jul 2026 21:09 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:09 WIB

Oleh Badruzzaman Pemerhati Kebijakan Publik dan Pendidikan Sidoarjo ​Sidoarjo (republikjatim.com) -  Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ting…

Angkat Tari Solah Ketingan, Siswi SMPN 1 Sidoarjo Raih Putri Berbakat I Jatim Terima Pujian Wabup Mimik Idayana

Angkat Tari Solah Ketingan, Siswi SMPN 1 Sidoarjo Raih Putri Berbakat I Jatim Terima Pujian Wabup Mimik Idayana

Kamis, 09 Jul 2026 20:36 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 20:36 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Prestasi membanggakan kembali diukir generasi muda Sidoarjo di kancah regional. Kanaya Syakira Pramudya, siswi berbakat dari SMP…

Wujudkan Generasi Emas, Bupati Subandi Luncurkan 4.000 Beasiswa, Targetkan Kuota Naik Jadi 20.000 Penerima

Wujudkan Generasi Emas, Bupati Subandi Luncurkan 4.000 Beasiswa, Targetkan Kuota Naik Jadi 20.000 Penerima

Kamis, 09 Jul 2026 19:56 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 19:56 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo kembali menorehkan langkah progresif dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayahnya. Melalui…