Sidoarjo (republikjatim.com) - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Dr Fenny Apridawati akhirnya meminta maaf ke warga Sidoarjo. Permintaan maaf itu, setelah sepekan acara Buka Bersama (Bukber) sekitar 48 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo dianggap acara yang cukup glamour di tengah sejumlah jalan di Sidoarjo dipenuhi kubangan.
Tidak hanya menyampaikan permohonan minta maaf. Fenny yang juga mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) di era Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor itu, juga menyampaikan klarifikasi atas kegiatannya bersama para pejabat Pemkab Sidoarjo yang digelar di Mahabarata Palace Graha Unesa, Surabaya Jumat 6 Maret 2026 sore lalu itu. Apalagi, kegiatan itu mengusung konsep glamor ala Bollywood dengan dresscode Bangsawan India.
Fenny Apridawati menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh lapisan masyarakat terkait beredarnya unggahan di media sosial tentang kegiatan Buka Bersama yang dinilai kurang sensitif terhadap kondisi publik di Sidoarjo itu.
Fenny mengaku Pemkab Sidoarjo menghargai setiap masukan dan kritik yang diberikan sebagai bentuk fungsi kontrol warga terhadap jalannya pemerintahan. Fenny menjelaskan kegiatan Buka Bersama itu menjadi forum koordinasi strategis yang dilakukan di luar jam kerja. Tujuannya, untuk mempercepat program-program prioritas daerah Sidoarjo.
"Kami perlu sampaikan kegiatan itu, tidak menggunakan dana APBD. Acara ini murni momentum silaturahmi di bulan Suci Ramadhan yang kami manfaatkan untuk penguatan percepatan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) soal perbaikan jalan di Sidoarjo. Sekaligus koordinasi teknis persiapan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) bagi warga," kata Fenny Apridawati, Jumat (13/03/2026) sore.
Meski bersifat koordinasi internal, Fenny menyadari publikasi kegiatan itu, menimbulkan kegaduhan dan kurang menunjukkan empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat Sidoarjo saat ini. Termasuk soal kondisi jalan yang dipenuhi lubang di berbagai wilayah Sidoarjo.
"Karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada masyarakat Sidoarjo. Kami menyadari sebagai pelayan publik, seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas. Terutama di tengah situasi yang dirasakan warga Sidoarjo saat ini," kata mantan Kepala Disperindag Pemkab Sidoarjo ini.
Tidak hanya itu, Fenny menambahkan kritik dari masyarakat akan menjadi pengingat keras bagi seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Hal itu, agar para pejabat terus meningkatkan kepekaan sosial dalam setiap keputusan maupun aktivitas yang diambil.
"Sekarang Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk tetap fokus pada kerja nyata. Terutama, dalam penyelesaian infrastruktur jalan dan pemenuhan kebutuhan pangan murah bagi masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang," ucap mantan Kepala Disnaker Pemkab Sidoarjo ini.
Bagi Fenny saat ini, kepercayaan masyarakat adalah aset terpenting bagi Pemkab Sidoarjo.
"Masukan ini menjadi modal berharga bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan dedikasi kami tetap selaras dengan harapan warga Sidoarjo," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, di tengah jeritan warga terkait infrastruktur jalan yang hancur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo justru memancing polemik di tengah masyarakat. Agenda Rapat Koordinasi (Rakor) dan Buka Puasa Bersama yang digelar di Mahabarata Palace, Graha Unesa, Surabaya, Jumat (06/03/2026) kemarin, panen hujatan. Hal ini, lantaran dinilai pamer kemewahan di tengah duka publik atas semakin banyaknya jalan rusak dan berlubang menganga di setiap sudut wilayah Sidoarjo.
Acara yang digagas dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat itu, viral di Media Sosial (Medsos). Bukannya simpati, foto-foto yang beredar justru menampilkan suasana glamor. Sekretaris Daerah Sidoarjo, Fenny Apridawati misalnya beserta sejumlah pejabat wanita lainnya tampak mencolok dengan busana bertema merah muda khas India (Saree).
Kekecewaan masyarakat meledak karena lokasi acara dipilih di luar kota dan dikemas secara luks. Sementara akses jalan utama di Sidoarjo kini dalam kondisi memprihatinkan. Hel/Waw
Editor : Redaksi