Korban Tenggelam Sempat Dilarang Temannya Berenang di Long Storage Kalimati

republikjatim.com
DOKUMEN - Foto semasa hidup korban tenggelam di Long Storage Kalimati, Ach Dafin Affandi (18) warga Desa Terungwetan, Kecamatan Krian, Sidoarjo dan lokasi Warkop lokasi korban melompat dan berenang.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tim Basarnas hingga kini masih mencari keberadaan korban tenggelam, Ach Dafin Affandi (18) warga Desa Terungwetan, Kecamatan Krian, Sidoarjo yang tenggelam di Long Storage Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Bahkan hingga kini, belum ada tanda-tanda korban ditemukan.

Meski titik awal diketahui korban melompat usai ngopi di Warung Kopi (Warkop) milik Helen Irawati Dusun Mliring, Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Integritas Bebas Kemunafikan, Wabup Sidoarjo Tanam Pohon Manggis di Kantor Bawaslu

Koordinator Lapangan (Korlap) Basarnas Surabaya, Ainul Makhdin menceritakan awalnya korban ngopi bareng di sekitar Warkop di selatan Long Storage. Kemudian korban berenang sendiri. Saat itu, korhan sempat diingatkan teman-temanya.

"Tidak usah berenang. Tapi korban tetap saja nekat berenang hingga akhirnya berenang sendiri itu. Ketika sampai di tengah-tengah waduk korban tidak kuat akhirnya tenggelam itu," ujarnya kepada republikjatim.com, Sabtu (13/03/2021) malam.

Bahkan lanjut Ainul, saat itu sempat teman-teman korban sempat berusaha menolong korban. Namun tidak membuahkan hasil hingga korban hilang tenggelam itu.

Baca juga: Kado Tahun Baru 2027, Jalur Frontage Road Buduran Siap Tuntas dan Bebas Macet

"Karena waktunya sudah malam, pencarian dilanjutkan Minggu pagi. Karena belum ada tanda-tanda korban ditemukan (mengapung)," tegasnya.

Sementara kakak korban, Akhmad Surrotun Nizar saat di temui di lokasi kejadian mendapat kabar adiknya tenggelam di Long Storage menceritakan adiknya keluar dari rumah bersama tiga orang temannya. Akan tetapi tidak bilang rencana lokasi ngopi.

"Setelah mendapat kabar saya langsung menuju lokasi. Ternyata sudah ada petugas Basarnas pencarian dilanjutkan besok pagi," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Subandi Usap Air Mata Keluarga Tak Mampu di Krian dengan Bantuan Kursi Roda dan Perbaikan RTLH

Bagi Nizar kejadian itu dianggap sebagai musibah. Pihaknya tidak berpikir panjang dan berusaha agar adiknya bisa segera ditemukan.

"Kalau menunggu mau tidak mau pencarian besok harus menunggu 12 jam lagi. Semoga segera ditemukan," pungkasnya. Zak/Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru