Sidoarjo (republikjatim.com) - Di tengah wabah virus Corona (Covid-19) yang masih terus menghantui masyarakat, dua pekan menjelang Puasa Ramadhan berbagai himbauan tidak mudik ke kampung halaman terpampang di berbagai sudut wilayah Sidoarjo. Himbauan untuk tidak mudik ini merupakan seruan serentak di berbagai wilayah tanah air sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
Selain itu, di beberapa akses masuk kota pun dilakukan pemeriksaan asal dan tujuan para pengendara dari luar kota. Di Sidoarjo, Polresta Sidoarjo juga mendirikan Posko Mudik dan Covid-19 dilengkapi dengan bilik sterilisasi, pengecekan suhu tubuh dan tim medis yang disiagakan. Langkah ini sebagai antisipasi jika masih ditemui adanya masyarakat dari luar kota yang datang ke Sidoarjo.
"Mudik memang tradisi. Tapi, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kami minta masyarakat dari luar Sidoarjo agar tidak mudik ke kampung halaman di Sidoarjo. Begitu pula sebaliknya," pintah Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji, Jumat (10/04/2020).
Sumardji menambahkan dengan mengurungkan niat mudik kampung halaman, berarti telah menyelamatkan orang tua, keluarga atau kerabat di kampung halaman. Karena semua tidak tahu virus Corona ini dari mana asalnya.
"Melalui tidak mudik menjadi salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini," paparnya.
Himbauan senada disampaikan Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin. Bagi Cak Nur, mudik sangat dinantikan semua. Akan tetapi saat ini sedang diuji wabah Covid-19. Penyebarannya dari mana pun tidak ada yang tahu.
"Tidak perlu mudik dulu. Masih banyak cara maupun kesempatan lain agar silaturahmi tetap terjalin sesuai protokol kesehatan penanganan Covid-19. Kalau ada warga yang dari luar kota masuk ke wilayah kita pun juga harus diisolasi pribadi. Mari bersama putus mata rantai Covid-19 dengan tidak mudik," tandasnya. Yan/Waw
Editor : Redaksi