BHS : Fogging di Wedoro Waru Untuk Selamatkan Produktifitas Kampung Industri Sandal

republikjatim.com
DIALOG - Bacabup Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) berdialog dengan para perajin sandal di RW 03 Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo disela-sela fogging (pengasapan) yang digelar timnya, Kamis (02/04/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bakal Calon Bupati (Bacabup) Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono bersama timnya melaksanakan fogging (pengasapan) di sejumlah RW yang adw di Desa Wedoro, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Selain fogging, Bacabup yang mendapat rekomendasi Partai Golkar ini juga membagi-bagikan masker, pamflet soal penanganan virus Corona (Covid-19) serta memberikan sosialisasi ke warga cara menangkal Corona.

Fogging itu, dilaksanakan selain permintaan warga juga adanya 24 warga setempat yang terserang Demam Berdarah (DB). Bahkan seorang diantaranya meninggal akibat terserang DB yang disebabkan gigitan nyamuk aides aegipty itu.

"Fogging ini juga tidak kalah penting dari penanganan Covid-19. Karena ada 24 warga yang terserang DB dan seorang diantaranya meninggal, maka saat diminta bantuan fogging langsung kami laksanakan maksimal. Apalagi, selama ada warga yang terserang DB belum ada fogging sama sekali," terang Bambang Haryo Soekartono kepada republikjatim.com, Kamis (02/04/2020).

Bagi Bambang, fogging di Desa Wedoro dan sekitarnya itu sangat penting. Alasannya, lantaran fogging bisa menyelamatkan warga sekaligus para pengusaha kecil dan pemilik industri rumahan sandal, pernak pernik sandal dan sepatu serta sejumlah sejumlah industri rumahan lainnya yang ada di desa itu. Apalagi, sebelumnya warga sudah sempat ekspor produksi sandalnya ke Dubai, Uni Emirat Arab dan lainnya.

"Tapi, sejak ada virus Corona, pemasarannya makin sepi. Tidak hanya yang ekspor untuk pasokan ke sejumlah pasar besar di Surabaya juga mulai macet lantaran pasar tutup. Salah satunya pasokan sandal ke Pasar Turi, Surabaya. Akibatnya, jika dibiarkan para pemilil home industri yang seharusnya panen saat lebaran tahun ini bisa jadi bakal sepi permintaan," ungkapnya.

BHS menilai seharusnya Pemkab Sidoarjo hadir memberikan solusi pemasaran yang baik, bagi para pemilik industri rumahan itu. Apalagi, selama ini para pemilik industri rumahan memiliki pasokan besar untuk APBD Sidoarjo. Diperkirakan sektor UMKM bisa memasok APBD Sidoarjo hingga mencapai 60 persen, seperti halnya APBN sebanyak 60 persen hasil dari pendapatan UMKM sesuai Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Karenanya fogging ini, tujuannya agar masyarakat industri rumahan yang mencapai ratusan itu tetap produktif dan berproduksi," tegasnya.

Rencananya, lanjut mantan anggota DPR RI periode 2014 -2019, pihaknya bakal mengumpulkan para pemilik home industri rumahan dan UMKM yang ada di Sidoarjo. Hal itu, untuk mencarikan solusi pemasaran produk yang cepat laku di pasaran dan mengendalikan semua hambatan dalam proses pemasarannya.

"Kami akan ajak pemilik home indutri dan para pelaku UMKM untuk berdialog memecahkan solusinya termasuk mengajak sejumlah pasar menerima hasil UMKM warga Sidoarjo yang siap bersaing di pasaran itu," paparnya.

Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat, Nafi' menilai respon cepat BHS dan timnya memenuhi permintaan fogging dari warga layak diapresiasi. Oleh karenanya, kata mantan Kades Wedoro dua periode ini, pihaknya mengajak melaksanakan fogging di sejumlah RT, RW dan dusun di desanya itu.

"Seringkali DB di Wedoro itu menjadi angka tertinggi yang terserang. Makanya kami mengapresiasi reaksi cepat BHS dan timnya saat disambati warganya untuk melaksanakan fogging itu," tandasnya. Hel/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru