Media Gathering Kolaborasi Rutan Ponorogo Dukung Resolusi Pemasyarakatan 2020

republikjatim.com
MEDIA GATHERING - Polisi dan Pegawai Rutan Ponorogo ikut mendengarkan dan menyaksikan telekonferensi di Aula Rutan Ponorogo, Kamis (27/02/2020).

Ponorogo (republikjatim.com) - Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas II B Ponorogo menjadi tuan rumah pelaksanaan Media Gathering dalam rangka membangun kolaborasi dengan kepolisian dan media mensukseskan resolusi pemasyarakatan, Kamis (27/02/2020). Sekitar 50 pegawai Rutan, polisi dan media menghadiri media gathering di Aula Rutan kelas II B Ponorogo.

Kegiatan ini untuk mendengarkan dan menyaksikan telekonferensi Menkum HAM Yasonna Lauly melalui Dirjen Pemasyarakatan. Dalam acara itu Menkum HAM Yasonna Laoly melalui Dirjen Pemasyarakatan dalam telekonferensi ke seluruh satuan kerja baik Lapas, Rubasan maupun Rutan se Indonesia. Mereka menghendaki penanganan narapidana harus lebih manusiawi dan berorientasi menjadikan warga binaan serta menjadi manusia yang lebih baik, berguna bagi keluarga dan lingkungannya.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Ponorogo, Taufiq mengatakan telekonferensi itu untuk memudahkan penyelesaian persoalan secara menyeluruh. Melalui sambungan telekonferensi itu, maka bisa terupdate semua.

"Kalau ada permasalahan bisa ditanyakan langsung sesuai kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Kebetulan Rutan Ponorogo aman terkendali. Hanya saja sangat over load. Karena penghuninya 355 orang sampai detik ini. Sedangkan kapasitasnya untuk 107 napi," katanya.

Selain itu, lanjut Taufiq Media Gathering ini kolaborasi pemasyarakatan agar menjadi lebih baik. Sehingga Rutan mengundang kepolisian dan media untuk transparansi. Ada beberapa hal yang disampaikan Dirjen Pemasyarakatan kepada seluruh rutan se Indonesia. Karena media gathering ini berkomitmen mendorong 681 Satker pemasyarakatan mendaptkan predikat WBK atau WBBM dan memberikan hak remisi kepada sebanyak 288.530 narapidana, pemberian asimilasi 69.358 napi, pembinaan rehabilitasi medis dan sosial kepada 2.1540 napi narkotika.

"Kami berharap warga binaan tidak lagi menggeluti dunia hitam (narkoba), tapi bisa berbaur kembali ke masyarakat dengan mata pencaharian yang halal dan bermanfaat bagi lingkungannya," pintahnya.

Bahkan pihaknya berharap peran media dalam mensosialisasikan kepada masyarakat luas berbagai upaya positif yang perlu dilakukan kepada warga binaan. Apalagi penghuni Rutan bukanlah orang yang harus dijauhi maupun dimusuhi.

"Dengan pendekatan kemanusiaan masih ada peluang mantan warga binaan akan menjadi orang yang baik, dan berguna bagi lingkungan sekitarnya," tandasnya. Mal/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru