Dinas PU Sidoarjo Pasang Contra Flow Atasi Banjir Kedungbanteng dan Banjarasri

republikjatim.com
PASANG - Petugas Operasi dan Pemeliharan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo, Ismuji meninjau lokasi pemasangan contra flow saluran air Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (13/02/2020)

Sidoarjo (repbulikjatim.com) - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Cipta Karya dan Sumber Daya Air (PUBM dan SDA) Pemkab Sidoarjo melakukan pengurangan dan penghambatan volume dibet air (contra flow) di sungai Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (13/02/2020). Contra flow ini, dilakukan untuk mengatasi banjir di Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo yang sudah berlangsung hampir 3 minggu tak kunjung surut itu.

Petugas Operasi dan Pemeliharan Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo, Ismuji mengatakan secara teknis pemasangan contra flow dengan cara diberi pipa paralon. Tujuannya mengantisipasi air pasang atau menghambat air pasang dari laut. Pemasangan ini, fungsinya tidak mengganggu aliran air sungai.

"Akan tetapi, kalau air laut tidak pasang maka dapat dibuka. Sehingga saluran air sungai itu dapat mengalir normal seperti biasa. Makanya, akan diberlakukan sistem buka tutup karena adanya pipa paralon itu," katanya.

Selain itu, kata Ismuji jika di tiga desa langganan banjir seperti Desa Banjarpanji, Desa Banjarasri dan Desa Kedungbanteng banjir seperti sekarang, maka kedepan dapat dipompa atau ditutup. Sebab, saluran air sungai ini langsung menuju ke saluran sungai Bahgepuk, Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo.

"Penyebab tingginya volume air itu, tidak hanya karena curah hujan tinggi saja. Melainkan adanya saluran air di lima titik di Desa Kedungbateng yang tertutup tanah. Seharusnya air langsung masuk ke saluran Bahgepuk, sekarang mala mengalir ke desa hingga memicu banjir itu," imbuhnya.

Ismuji memaparkan kendala yang dihadapi petugas pengairan di lapangan adalah tangkis (tanggul) yang kritis. Selain itu banyak petani tambak menggunakan air tanah melalui bor. Hal itu membuat air tidak bisa masuk ke saluran, melainkan ke dalam area tambak.

"Peningkatan volume air itu bukan hanya dari hujan, tetapi diduga juga dari sumur bor air tanah dan pendangkalan saluran. Makanya Dinas PUBM dan SDA Pemkab Sidoarjo bakal segera melakukan menormalisasi saluran ini sepanjang 1,5 kilometer," tegasnya.

Sementara Camat Tanggulangin, Sabino Mariano berharap dengan terpasangnya contra flow itu dapat segera mengatasi langganan banjir di tiga desa itu. Sebab pemasangan contra flow bertujuan mempercepat aliran air.

"Termasuk bisa menghalau atau menghambat air laut pasang ke pemukiman penduduk," tandasnya. Yan/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru