Cegah Stunting Sejak Dini, Puluhan Kader Kesehatan Desa di Tanggulangin Dibina

republikjatim.com
PEMBINAAN - Kepala UPT Puskesmas Tanggulangin, drg Erni Wahyuni dan PLKB Tanggulangin, Siti Umaroh menggelar pembinaan bagi kader kesehatan desa untuk mencegah stunting, Selasa (11/02/2020).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Program Kampung Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Keluarga Berencana (P3AKB) Pemkab Sidoarjo menggelar sosialisasi dan pembinaan bertema Stunting, Selasa (11/02/2020). Kegiatan ini melalui Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Tanggulangin, Siti Umaroh bersama UPT Puskesmas Tanggulangin di Bidang Kesehatan.

"Tujuan kegiatan ini memberikan pemahaman dan pengertian teknis, sekaligus membina para kader kesehatan di masing-masing desa. Agar kader kesehatan di desa kedepan dapat mencegah stunting sejak dini dan menjadikan kondisi desa sehat," terang Kepala UPT Puskesmas Tanggulangin, drg Erni Wahyuni kepada republikjatim.com, Selasa (11/02/2020).

Erni memaparkan kegiatan kali ini adalah bagian dari kegiatan pembinaan. Hal ini bakal dilakukan secara rutin setiap bulan dengan melibatkan para kader kesehatan di wilayah Kecamatan Tanggulangin dengan beberapa nara sumber. Sementara kader kali ini yang hadir adalah para kader dari Desa Penatarsewu.

"Isinya mulai definisi stunting, bagaimana dampaknya kedepan sekaligus cara pencegahannya. Sekaligus bagaimana cara intervensinya. Kegiatan-kegiatan apa saja agar warga terhindar dari stunting dan lainnya," imbuhnya.

Bagi Erni sejak usia remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita lahir harus dipahamkan soal cara pencegahan penyakit. Selain itu soal kesehatan sanitasi lingkungan.

"Faktor pemicu stunting itu harus diintervensi. Karena faktornya cukup banyak. Mulai perekonomian, gizi, penyakit bawaan hingga soal sanitasi lingkungan," tegasnya.

Sementara Erni menilai para kader kesehatan yang sudah dibina secara rutin dan sudah praktek melalui taman posyandu, UKS, poskestren, dan posyandu lansia bakal memahami semuanya. Bahkan dalam waktu dekat, di Desa Penatarsewu akan dibentuk posbindu remaja. Hal itu semua juga bagian dari pencegahan stunting sejak dini.

"Mudah-mudahan yang disosialisasikan ke tomas, toga, remaja-remaja dapat dilaksanakan untuk mencegah stunting sesuai tujuan. Posyandu Lansia, tidak hanya melayani kesehatan saja. Akan tetapi juga ada berbagai macam penyuluhan," ungkapnya.

Bagi Erni nenek-nenek (lansia) juga berhak diberi pengertian dan pemahaman. Karena keberadaanya juga dapat mencegah stunting.

"Karena mereka (lansia) lebih dekat anak, menantu dan cucu-cucunya. Apalagi cucunya yang sudah dewasa," pungkasnya. Yan/Wan

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru