Sidoarjo (republikjatim.com) - Perbaikan jalan rusak di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Sidoarjo mulai menemukan titik terang. Rencananya, PT Wijaya Santosa yang ada di kampung itu, berjanji bakal memperbaiki jalan rusak 150 meter itu. Kesiapan perusahaan memperbaiki jalan rusak yang dikeluhkan warga itu diketahui sebagai kesepakatan Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar, Sabtu (18/01/2020).
Selain pihak pemerintahan dan perwakilan warga desa, Musdes ini melibatkan pihak perusahaan PT Wijaya Santosa yang bergerak di bidang perkartonan itu.
Salah seorang perwakilan manajer PT Wijaya Santosa, Cahyo mengatakan atas rusaknya jalan itu, pihaknya memberi alternatif solusi. Yakni bakal memperbaiki jalan rusak itu. Hal ini dipicu jika jalan ditutup dan diblokir warga menggunakan pohon pisang maka aktifitas dan produktifitas perusahaannya macet.
"Maka dari itu, kami mencoba memberi solusi. Karena bagaimana pun juga kami ikut merasa terpanggil dengan keadaan ini. Kami bersedia memperbaiki jalan yang rusak sehingga bisa dimanfaatkan bersama baik warga maupun perusahaan," katanya di tengah-tengah Musdes itu dan ditindaklanjuti dengan surat pernyataan.
Salah seorang perwakilan warga, Sukis menceritakan jalan rusak sebelum ditutup ada dua orang terjatuh. Yakni anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah dan ibu-ibu yang mau berangkat ke pasar.
"Kerusakan jalan itu sudah sekitar 3 tahun. Kondisinya makin parah mulai 6 bulan terakhir. Menginjak musim hujan kondisi semakin parah dan membahayakan pengguna jalan. Apalagi, perbaikan sebelah selatan tak berlanjut," ungkapnya.
Karena itu, lanjut Sukis warga berharap jalan rusak itu, untuk segera diperbaiki. Jika tak diperbaki warga akan bertahan memblokir jalan sampai jalan itu diperbaiki.
"APBD Sidoarjo sangat besar, masak tidak bisa memperbaiki jalan rusak ini," tegasnya.
Sementara Kepala Desa Barengkrajan, Asmono mengaku berinisiatif mengumpulkan warga untuk Musdes agar jalan rusak segera diperbaiki. Dalam Musdes inimenghadirkan perusahaan dan dihadiri puluhan perwakilan warga termasuk Forkopimka Krian.
"Pertemuan hari ini intinya kami (pemerintah desa) berusaha mencari solusi terbaik atas permasalahan jalan rusak ini. Karena kami bekerja untuk mengabdi ke masyarakat," paparnya.
Sementara Sekdes Barengkrajan, Ilyasak meski dalam Musdes itu, sempat terjadi adu mulut, akhirnya menemukan kata sepakat. Yakni perusahaan siap memperbaiki jalan rusak itu.
"Selain itu, dalam Musdes warga mengizinkan jalan dibuka dan pengerjan awal dilakukan pengurukan hingga jalan bisa diakses masyarakat sambil menunggu persiapan proses pengaspalan," tandasnya. Nan/Waw
Editor : Redaksi