Malang (republikjatim.com) - Meski relatif baru bertugas sebagai Kepala Lapas Malang, Anak Agung Gede Krisna langsung membuat gebrakan transformatif. Usai menerima predikat Satuan Kerja (Satker) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang diraih Tahun 2019, peningkatan layanan kunjungan menjadi fokus utama untuk meraih predikat Wilayah Bersih Bebas Melayani (WBBM).
Hal itu dibuktikan saat Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati meresmikan Unit Layanan Kunjungan dan Informasi di Lapas yang berada di Lowokwaru, Kota Malang itu. Saat peresmian itu, selain Kepala Kanwil juga dihadiri Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono, Kadiv Administrasi Indah Rahayuningsih, Kadiv Keimigrasian Pria Wibawa dan Kabag Program Humas Meirina Saeksi. Layanan kunjungan digital menjadi andalan Lapas I Malang.
Inovasi rekam digital profil pengunjung dapat secara langsung di counter pendaftaran. Selanjutnya pengunjung akan memperoleh Access Card yang dapat digunakan setiap berkunjung ke Lapas Malang.
"Sebelum melakukan kunjungan keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dapat mengakses smartphone untuk memperoleh nomor antrian secara online," kata Kepala Lapas I Malang, Anak Agung Gede Krisna kepada republikjatim.com, Kamis (16/01/2020).
Lebih jauh, Agung memaparkan saat tiba di Lapas, pembesuk akan langsung memperoleh nomor antrian dengan cukup scan access card yang diperoleh sebelumnya. Bagi Agung inovasi ini akan mempermudah keluarga pembesuk. Apalagi, foto dan ID Card pembesuk akan muncul di layar monitor.
"Kami jamin penyusup tidak akan bisa masuk kalau tidak ada access card," tegasnya.
Sementara Kepala Kanwil, Susy Susilawati mengaku surprise (terkejut). Baginya Lapas I Malang sangat cepat bertransformasi. Apalagi, awalnya dikira hanya akan meresmikan Unit Layanan Kunjungan dan Informasi. Bahkan, Susy juga memuji penerapan konsep-konsep revitalisasi pemasyarakatan sudah direalisaikan dengan baik. Yaitu WBP lebih banyak bekerja dan kreatif.
"Kegiatan pembinaan seperti pengepakan gula, pembuatan sari apel, penyemaian anggrek dan budidaya jamur membuat saya bangga. Karena dalam waktu yang singkat, mampu mengubah wajah Lapas Malang," ungkapnya.
Tidak hanya itu, setelah ini akan ada gebrakan baru yaitu untuk memperbaiki Lapas Terbuka Ngajum. Lapas di lereng Gunung Kawi itu akan dimanfaatkan sebagai wahana asimilasi dan edukasi. Implikasi positifnya bisa mengurangi overkapasitas di Lapas Malang karena bisa dialihkan ke Ngajum. Rencananya, tahun ini ada 1.000 WBP yang akan dilatih di Ngajum. Mulai pertukangan, kontruksi dan peternakan.
"Mulai tanggal 20 Januari besok bisa dimulai kegiatannya. Saya yakin ke depannya Lapas Malang akan jadi Lapas Percontohan," tandasnya. Kem/Yan/Waw
Editor : Redaksi