Ponorogo (republikjatim.com) - Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono beserta Ketua Bhayangkari Ranting Sawoo, Ny Dewi Edi Suyono beserta anggotanya bertandang ke rumah salah satu warga yang memiliki anak masih balita yang menderita hydrocepallus. Balita malang ini, sejak usia tiga tahun menderita kepala membesar.
Kasus yang membuat rombongan Kapolsek dan istri ini terenyuh, anak penderita hydrocepallus ini belum pernah tersentuh bantuan dan perawatan tim medis sama sekali.
Penderita hydrocepallus ini Muhammad Rizal Maulana (5). Penderita adalah anak ketiga dari pasangan suami istri (pasutri) Kaspari dan Sasminten alias Simpen warga Dusun Kacangan, Desa/Kecamatan Sawoo, Ponorogo.
"Keluarga penderita hydrocepallus ini termasuk keluarga kalangan kurang mampu. Karena itu, kami sangat prihatin dengan kondisi Muhammad Rizal Maulana ini yang tidak merasakan dunia bermain. Bahkan tak bisa belajar seperti anak yang sebayanya. Dia sakit sudah dua tahun terkulai lemah karena kepalanya semakin membesar itu," kata Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono kepada republikjatim.com, Minggu (12/01/2020).
Kehadiran Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono dan rombongam disambut hangat kekuarha Sasmiten (Simpen). Meski pada kesempatan ini, ayah Muhammad Rizal Maulana yakni Kaspari sedang bekerja di Surabaya dan belum bisa pulang. Menurut keterangan Simpen, suaminya itu sering pulang dari bekerja di Surabaya. Namun hasil jerih payahnya untuk pengobatan putra ketiganya itu.
"Bapak penderita hydrocepallus ini sedang bekerja di Surabaya. Setiap pulang hasil kerjanya untuk usaha kesembuhan (berobat) anaknya saja. Keterangan Bu Simpen, anaknya sakit sejak 2 tahun lalu, diawali dengan gejala demam dan panas tinggi dan kejang-kejang," imbuhnya.
Selama ini berdasarkan keterangan ibu kandungnya, Rizal belum pernah mendapat perawatan tim medis sama sekali. Hal ini, karena keadaan ekonomi yang pas-pasan.
"Yang lebih buruk lagi saat ini, keluarga ini belum memiliki kartu BPJS untuk memperingan biaya pengobatan keluarganya yang sakit dan berobat," tegasnya.
Karena itu, lanjut Edi pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak terkait dalam mengupayakan Rizal mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Mengingat kondisi ekonomi keluarga juga tidak memungkinkan.
"Terutama kalau berobat dengan biaya sendiri. Maka besar harapan kami keluarga ini memiliki kartu BPJS itu," pintahnya.
Sementara kunjungan itu, kata Edi dirinya dan jajarannya berkunjung dalam rangka sebagai bentuk empati dan kepeduliannya.
"Meski yang kami berikan tidak banyak, tapi kami turut membantu meringankan beban keluarga ini. Bahkan bisa memberi dorongan dan motivasi untuk semangat demi kesembuhan balita penderita hydrocepallus itu," pungkas orang nomor satu di Polsek Sawoo ini. Mal/Waw
Editor : Redaksi