Siapkan BKK Rp 600 Juta, Bukan Sekadar Seremoni, Bupati Subandi Ingatkan Kades - Perangkat Jangan Cakar-Cakaran

republikjatim.com
BIMTEK - Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Porong di Royal Hotel Tretes, Pasuruan, Sabtu (07/11/2026) malam.

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hubungan yang renggang antara Kepala Desa (Kades), Lurah dan perangkatnya kerap menjadi kerikil dalam roda pembangunan desa. Menanggapi hal ini, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan pentingnya harmonisasi dan profesionalisme aparatur sebagai kunci utama percepatan pembangunan serta pelayanan publik di tingkat desa.

​Pesan menohok itu, disampaikan Bupati Subandi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Profesionalisme dan Akuntabilitas Aparatur Desa dan Kelurahan se-Kecamatan Porong di Royal Hotel Tretes, Pasuruan.

Baca juga: Cahaya di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Ibu Berakhlak Kunci Utama Lahirkan Generasi Penerus Tangguh

​"Saya ingin antara pemerintah desa dan kelurahan dengan perangkatnya terbangun harmonisasi yang baik. Kalau Kades dan Lurah beserta perangkatnya tidak sinkron, maka pemerintahan akan terganggu dan pembangunan menjadi terhambat," ujar Subandi di hadapan para peserta.

​Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Kades, Subandi memahami betul dinamika di lapangan. Ia meminta pihak kecamatan untuk terus melakukan pembinaan agar sinergi di level akar rumput tetap solid. 

"Selain itu, mengingatkan seluruh aparatur untuk memegang teguh UU Nomor 6 Tahun 2014 jo UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa agar tata kelola anggaran berjalan transparan dan akuntabel," ungkapnya.

​Tidak hanya memberikan arahan, Pemkab Sidoarjo juga membawa kabar segar terkait dukungan anggaran pembangunan desa. Subandi membeberkan komitmen pemkab untuk mengalokasikan program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar kurang lebih Rp 600 juta per desa Tahun 2027 mendatang.

​Penguatan itu, semakin sempurna dengan optimalisasi Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK) untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat secara cepat.

Baca juga: Sulap Pulau Lusi Jadi Wisata Unggulan Sidoarjo, Bupati Subandi Siapkan Grand Design Mulai 2027

​"Dengan PIWK, kebutuhan mendesak seperti perbaikan jalan, normalisasi saluran dan infrastruktur dasar lainnya dapat ditangani lebih cepat. Kalau kecamatan punya PIWK dan desa didukung BKK, percepatan pembangunan akan semakin dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

​Semangat para aparatur desa se-Kecamatan Porong mendapat apresiasi khusus dari Bupati karena rela menimba ilmu meski kegiatan digelar pada hari libur akhir pekan.

​Pj Camat Porong, Aan Ali Fauzan menjelaskan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini fokus pada penguatan kompetensi teknis.

Baca juga: Beri Jaminan Hukum dan Keamanan Menu MBG, Bupati Subandi Minta Dinkes Evaluasi dan Dampingi Berkala 152 SPPG di Sidoarjo

"Materinya, mulai dari pengadaan barang dan jasa, administrasi pemerintahan hingga pengelolaan tata ruang dan pembangunan," tandasnya.

​Menutup arahannya menjelang musim penghujan, Bupati Subandi juga menghimbau seluruh Kades, Lurah dan warga untuk menggalakkan kembali budaya kerja bakti dan gotong royong.

"Budaya itu, untuk meminimalisir potensi banjir di wilayah masing-masing," pungkasnya. Ary/Waw

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru