Sidoarjo (republikjatim.com) - Kabupaten Sidoarjo semakin mengukuhkan posisinya sebagai benteng industri dan magnet utama investasi di Jawa Timur (Jatim). Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menghadirkan iklim usaha yang kondusif berbuah manis lewat raihan prestasi membanggakan sebagai Terbaik Kedua Kategori Daya Tarik Investasi pada ajang penghargaan bergengsi JawaPos.com Wilwatikta Awards 2026 kemarin.
Penghargaan itu, diterima langsung Bupati Sidoarjo, Subandi yang hadir didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidoarjo, Eri Sudewo beserta jajarannya di Legacy Ballroom, Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam kemarin.
Capaian prestisius ini, sejalan dengan statistik moncer di lapangan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo melaporkan realisasi investasi pada Triwulan III 2026 menembus angka fantastis Rp 2,89 Triliun.
Rincian realisasi dan peta sektor investasi Triwulan III Tahun 2026 ini disampaikan Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, Benny Airlangga Yogaswara. Menurut Benny modal yang masuk berasal dari kombinasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 2,17 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp 725,81 miliar. Secara keseluruhan, investasi ini bergerak melalui 5.070 unit usaha aktif serta mampu menyerap 7.979 tenaga kerja.
Benny memaparkan kontribusi setiap sektor usaha yang tercatat pada Triwulan III Tahun 2026 sesuai dengan tabel dibawah ini.
"Data ini menunjukkan aktivitas investasi di Sidoarjo tersebar merata. Sektor dengan investasi terbesar tidak selalu menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak, seperti sektor jasa dan industri alas kaki yang masih menerapkan sistem padat karya," ujar Benny Airlangga yang juga mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Sidoarjo dan Asisten I Bidang Ekonomi dan Pemerintahan ini, Kamis (04/11/2026).
Menanggapi melesatnya angka investasi dan penghargaan Wilwatikta Award, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan Pemkab Sidoarjo tidak berpuas diri. Pihaknya justru menebar 'sinyal hijau' bagi para investor lokal maupun mancanegara dengan memangkas berbagai rintangan birokrasi dan legalitas.
"Kami akan menyiapkan sistem investasi yang aman secara hukum dan mengandalkan sistem yang sudah terdigitalisasi sehingga bisa dicek setiap saat," tegas Bupati Subandi.
Subandi menjelaskan terdapat dua fokus utama yang saat ini digenjot Pemkab Sidoarjo. Diantaranya soal
kepastian hukum dan tata ruang. Yakni Pemkab Sidoarjo akan bergerak cepat menyelesaikan kendala lahan melalui koordinasi intensif bersama Kementerian ATR/BPN terkait Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Baku Sawah (LBS).
"Selain itu, percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan peraturan turunannya terus disempurnakan demi memberikan jaminan tata ruang yang kokoh agar investasi selalu masuk ke Sidoarjo," jelasnya.
Tidak hanya itu, lanjut Bupati Subandi pihaknya juga sudah menyiapkan perangkat invetasi yang muda yakni dengan digitalisasi layanan perizinan. Dengan demikian, sistem perizinan kini diarahkan penuh pada efisiensi tanpa tatap muka. Langkah ini, diambil untuk mengikis praktik birokrasi berbelit-belit dan menutup celah pungutan liar.
"Ke depan, dengan pelayanan pemerintahan yang semakin terdigitalisasi, pengusaha tidak perlu lagi bertatap muka langsung dengan pimpinan daerah maupun pengembang untuk mengurus berbagai perizinan. Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan.dan pastinya berkepastian hukum," papar Bupati Subandi dengan nada optimis jika nilai investasi bakal terus melonjak di Kota Delta ini.
Sementara dengan paduan infrastruktur industri yang matang, kepastian tata ruang dan sistem layanan digital, Pemkab Sidoarjo optimistis raihan invetasi dan penghargaan itu, akan menjadi pendorong utama peningkatan pelayanan invetasi.
"Terutama dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah di Sidoarjo secara berkelanjutan di masa mendatang," pungkasnya. Adv/Ary/Waw
Editor : Redaksi