Perkuat Pendidikan Demokrasi di Kota Delta, Bawaslu Sidoarjo dan UNUSIDA Resmi Gandengan Tangan

republikjatim.com
KERJASAMA - Ketua Bawaslu Sidoarjo Agung Nugraha menandatangani MoU dengan Rektor UNUSIDA sebagai komitmen bersama menguatkan literasi politik masyarakat serta mengoptimalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Sidoarjo, Kamis (17/09/2026).

Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (UNUSIDA). Langkah kolaboratif ini, ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai komitmen bersama menguatkan literasi politik masyarakat sekaligus mengoptimalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

​Penandatanganan nota kesepahaman itu, dilakukan langsung Plt Rektor UNUSIDA Dr Hadi Ismanto bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo Agung Nugraha. Kemitraan ini, menjadi pijakan penting untuk melibatkan generasi muda dan akademisi secara aktif dalam pengawasan kepemiluan.

Baca juga: Pacu Pembangunan dan Ketertiban, Bupati Subandi Serahkan 3 Raperda Strategis ke DPRD Sidoarjo

​Plt Rektor UNUSIDA, Dr Hadi Ismanto mengatakan perguruan tinggi memegang peran sentral dalam membangun daya kritis masyarakat terhadap dinamika pemilu. Pendidikan politik sejak dini diperlukan agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh isu negatif.

​"Masyarakat perlu dididik agar kritis terhadap penyelenggaraan Pemilu, menjadi pemilih yang cerdas, tidak mudah termakan hoaks serta memiliki sikap tegas menolak politik uang," ujar Hadi Ismanto, Kamis (17/09/2026).

​Implementasi kerja sama ini, akan dirancang melalui berbagai program praktis yang bersentuhan langsung dengan aktivitas akademik mahasiswa, diantaranya:

1. ​Kuliah Tamu Kepemiluan: Menghadirkan praktisi pengawasan pemilu ke dalam ruang kelas.

Baca juga: Respon Tegas Keluhan Wali Murid, Bupati Subandi Minta Evaluasi Total Kegiatan ODL, Jangan Paksa Study Tour Mahal

2. ​Pendampingan Pemilu Raya BEM: Mengaplikasikan tata kelola pemilu yang demokratis dan transparan di lingkungan kampus.

3. ​KKN Tematik dan Program Magang: Memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berdiskusi, dan terlibat langsung dalam pengawasan partisipatif di lapangan.

4. Kampus Sebagai Benteng Pengawasan Partisipatif

​Sementara Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, pengawasan pemilu tidak bisa hanya mengandalkan struktur formal Bawaslu.

Baca juga: Gercep Antisipasi Musim Hujan, Bupati Subandi Kerahkan 5 Alat Berat Keruk Sungai di Tanggulangin dan Candi

"Akan tetapi, membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya perguruan tinggi," tegasnya.

​Agung menilai kampus merupakan ruang strategis untuk menyemaikan kesadaran pengawasan partisipatif. Melalui kolaborasi bersama UNUSIDA, Bawaslu berharap generasi muda tidak sekadar menjadi pemilih pasif saja. 

"Akan tetapi, turut menjadi garda depan dalam menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Terpopuler
Berita Terbaru