Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana dibuat geram saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di kawasan proyek Pasar Taman, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kamis (10/09/2026). Mimik meluapkan kemarahannya setelah menemukan sejumlah proyek pembangunan bernilai miliaran rupiah dari dana APBD Kabupaten Sidoarjo itu, molor parah. Bahkan, ada pekerjaan yang belum tersentuh sama sekali.
Dalam peninjauan itu, terdapat empat titik pekerjaan vital yang menjadi sorotan utama. Yakni pembangunan pagar, pavingisasi serta dua paket proyek saluran air. Hasil evaluasi di lapangan menunjukkan ketertinggalan progres yang sangat signifikan dari target yang disepakati.
Baca juga: Kado Indah Masa Pensiun, Pemkab Sidoarjo Apresiasi ASN Lewat Diskon PBB 75 Persen
"Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar. Sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi peraturan," ujar Mimik Idayana dengan nada tinggi di lokasi sidak.
Kekesalan Wabup Mimik semakin memuncak setelah mendapati informasi konsultan pengawas proyek sebenarnya telah melayangkan surat teguran tertulis sebanyak empat kali. Sayangnya, peringatan resmi itu, sama sekali tidak dihiraukan pihak kontraktor pelaksana.
"Pemkab Sidoarjo tidak akan tinggal diam melihat pengabaian ini. Dengan sisa waktu pengerjaan kurang dari dua bulan, kami menuntut akselerasi pekerjaan tanpa mengorbankan kualitas spesifikasi teknis," pinta Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini.
Terdapat beberapa poin ketegasan Wabup Sidoarjo saat sidak. Diantaranya
sanksi berat dan ancaman putus kontrak. Yakni kontraktor yang terbukti lalai dan tidak komitmen diancam akan langsung diputus kontrak serta diblacklist dari proyek APBD mendatang. Selain itu, juga pengawasan melekat. Yakni Wabup Sidoarjo mengumumkan akan turun langsung secara berkala untuk mengawal pengerjaan di Pasar Taman.
"Kami menginstruksikan pihak kontraktor wajib menambah personel dan jam kerja untuk mengejar ketertinggalan tanpa mengabaikan mutu material. Jangan sampai kita menggunakan anggaran APBD, terus dikerjakan seenaknya. Sanksinya harus keras dan saya tidak main-main. Saya sendiri nanti yang mengawasi dan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul," pungkas Mimik Idayana. Ary/Waw
Editor : Redaksi