Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut dari insiden dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Selasa (01/09/2026) petang, Pemkab Sidoarjo langsung mengambil langkah tegas. Bupati Sidoarjo, Subandi menginstruksikan pengawasan ketat terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Instruksi ini, disampaikan Subandi saat turun langsung meninjau SPPG di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Rabu (02/09/2026). Peninjauan mendadak ini, dibersamai jajaran petinggi daerah lainnya termasuk Wakil Bupati Mimik Idayana, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Dr Christian Tobing serta perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo.
"Kami minta pengawasan (dapur MBG) benar-benar diperketat, agar kejadian (keracunan) serupa tidak terulang kembali," ujar Subandi di lokasi peninjauan.
Dari hasil inspeksi dan evaluasi bersama dinas terkait, terungkap beberapa poin krusial mengenai operasional dapur penyedia makanan bergizi di Sidoarjo. Diantaranya sebanyak 21 dapur (MBG) belum berizin. Dari total 174 SPPG di Sidoarjo, terdapat 153 unit yang sudah beroperasional. Namun, 21 di antaranya ternyata belum mengajukan permohonan izin resmi. Temuan ini, telah dilaporkan Pemkab Sidoarjo ke BGN Pusat.
"Khusus status SPPG Kalitengah, kami mengonfirmasikan SPPG Kalitengah sebenarnya sudah mengantongi izin legalitas. Evaluasi serta penjatuhan sanksi atau penutupan operasional sepenuhnya berada di bawah kewenangan BGN Pusat," ungkap Subandi.
Sedangkan soal kapasitas distribusi bagi dapur SPPG Kalitengah menyuplai hingga 2.800 porsi makanan per hari ke sejumlah sekolah dan pesantren. Catatannya, dengan 1.000 porsi di antaranya disalurkan khusus ke Ponpes Mambaul Hikam.
Di sisi lain, Wakil Koordinator BGN Regional Jatim, Teguh Bayu Wibowo memastikan proses investigasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo dan pihak kepolisian masih berlangsung untuk menemukan penyebab pasti insiden itu.
Baca juga: Gandeng BRI, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Layanan Digital Sekaligus Dorong UMKM Go Internasional
"Kami juga meluruskan rumor liar yang beredar di media sosial mengenai kondisi makanan. Bahwa narasi ditemukannya belatung pada porsi makanan santri adalah hoaks," tegas Teguh Bayu Wibowo.
Saat ini, pihak Pemkab Sidoarjo dan BGN terus memantau penanganan medis para santri yang dirawat. Pemkab Sidoarjo menegaskan tetap mendukung penuh program MBG dari pemerintah pusat. Namun tetap menekankan pentingnya tata kelola dan pengawasan ketat agar jaminan kesehatan penerima manfaat tetap terjaga. Ary/Waw
Editor : Redaksi