Sidoarjo (republikjatim.com) - Kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto dalam agenda reses di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Sidoarjo menjadi ajang tumpah ruahnya berbagai aspirasi warga, Rabu (29/07/2026). Sekitar 100 warga yang hadir memanfaatkan momen itu, untuk menyampaikan berbagai persoalan krusial di desa itu. Yakni mulai dari keterbatasan fasilitas kesehatan dasar, infrastruktur pertanian hingga kebutuhan pemberdayaan generasi muda.
Pelayanan kesehatan tingkat desa menjadi salah satu sorotan utama. Yuni, seorang kader Posyandu Desa Trompoasri mengeluhkan keterbatasan sarana dan prasarana yang bisa mengganggu optimalisasi pelayanan posyandu di wilayah desanya.
"Usulan kami terkait gedung posyandu sampai sekarang belum terwujud. Kami juga kekurangan alat. Terutama, timbangan bayi yang harus dipakai bergantian untuk tiga posyandu. Selain itu, kami butuh alat cek kolesterol dan asam urat," ujar Yuni di sela acara dialog bersama anggota Fraksi PDI Perjuangan yang akrab disapa Hari Keceng ini.
Tak hanya sektor kesehatan, suara generasi muda juga mengemuka melalui perwakilan Karang Taruna, M.
Minan. Ia menyoroti pentingnya keterampilan masa depan dan pengelolaan lingkungan.
"Sebagai perwakilan kaum muda, kami butuh pelatihan Digital Marketing. Yakni membekali pemuda desa agar adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital saat ini. Selain itu, juga pembekalan pengolahan sampah. Desa ini, butuh bantuan mesin daur ulang sampah agar pengelolaan sampah di desa memiliki nilai ekonomi tambahan bagi para pengurus Karang Taruna," pintanya.
Menanggapi berbagai masukan itu, anggota DPRD Jatim, Hari Yulianto menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat sesuai prosedur dan mekanisme anggaran yang berlaku. Terkait usulan infrastruktur jalan pertanian, legislator Komisi E DPRD Jatim ini memberikan catatan khusus mengenai pemeriksaan status lahan.
"Soal jalan pertanian itu, harus ada kejelasan soal legalitasnya. Bantuan pemerintah untuk jalan pertanian mewajibkan status tanah bebas dari sengketa dan bukan milik pribadi. Kemudian, untuk proses mekanismenya, seuruh bantuan infrastruktur membutuhkan tahapan verifikasi. Hal ini, agar semua sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," tegas anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.
Di tengah meningkatnya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang memicu banyaknya warga beralih menjadi pelaku UMKM, Hari Yulianto mengajak masyarakat untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat terbawah. Hari menghimbau warga untuk membiasakan diri berbelanja di toko atau tetangga sekitar ketimbang terlalu bergantung pada transaksi online.
"Kalau kita kembali membeli produk di lingkungan sekitar, perputaran ekonomi akan kembali dan dirasakan langsung masyarakat setempat. Terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar untuk menguatkan UMKM lokal," papar Hari Yulianto yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini.
Kepala Desa Trompoasri, Mustajib menyambut positif kegiatan ini. Pihaknya, meminta warga tidak ragu menyampaikan seluruh keluhan demi kemajuan desa.
"Kami akan selalu mengupayakan adanya berbagai acara seperti saat kehadiran Mas Hari Yulianto ini. Semua itu, agar aspirasi warga (Trompoasri) bisa tersampaikan baik untuk tatanan kebijakan di tingkat kabupaten maupun provinsi. Kami (pihak desa) hanya bersifat memfasilitasinya saja," urai Kades yang baru menjabat beberapa bulan ini.
Sedangkan dukungan senada disampaikan Bendahara DPC PDI Perjuangan Sidoarjo yang juga anggota DPRD Sidoarjo, Kasipah. Baginya, seluruh informasi dan masukkan di lapangan itu akan menjadi basis perjuangan untuk disampaikan fraksi PDI Perjuangan di tingkatan parlemen.
"Kalau mas Hari akan diperjuangkan di tingkat provinsi Jatim dan saya akan perjuangkan di tingkatan Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi