Sidoarjo (republikjatim.com) - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi fondasi awal yang paling krusial dalam menentukan arah masa depan sebuah bangsa. Di fase inilah karakter, mentalitas dan kecerdasan emosional anak mulai dibentuk.
Menyadari urgensi itu, langkah nyata ditunjukkan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin. Pria yang akrab disapa Gus Rizza ini, secara resmi meresmikan Gedung Baru Pos PAUD Kenanga, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.
Peresmian ini, bukan sekadar perayaan atas berdirinya sebuah fasilitas fisik belaka. Lebih dari itu, momentum ini menjadi simbol investasi jangka panjang yang bermuara satu tujuan besar. Yakni mencetak Generasi Emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara intelektual saja, akan tetapi juga agung dalam akhlak.
Langkah taktis yang diambil Gus Rizza ini, patut diapresiasi sebagai wujud nyata dari fungsi artikulasi dan agregasi kepentingan masyarakat di bidang pendidikan. Sebagai anggota legislatif yang dekat dengan konstituennya, Gus Rizza memahami betul membangun sebuah daerah tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan raya atau gedung pemerintahan semata.
"Pembangunan manusia, yang dimulai sejak usia dini juga menjadi kunci utama pembangunan yang berkelanjutan. Gedung baru PAUD Kenanga hadir sebagai jawaban konkret atas kerinduan masyarakat Kecamatan Tulangan akan fasilitas pendidikan anak usia dini yang representatif, aman dan nyaman dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul," ujar Gus Rizza kepada republikjatim.com, Rabu (10/06/2026).
Dalam sambutannya yang sarat akan makna itu, Gus Rizza menyampaikan sebuah refleksi mendalam mengenai hakikat pendidikan anak usia dini. Rizza menuturkan PAUD bukan hanya tempat belajar dalam arti sempit saja. Yakni anak-anak diperkenalkan pada huruf dan angka saja, akan tetapi jauh lebih luas dari itu.
"PAUD adalah wadah bagi anak-anak untuk berinteraksi, bermain dan membangun kemandirian," tutur Gus Rizza menegaskan dunia anak-anak adalah dunia bermain.
Melalui metode bermain yang terarah di lingkungan PAUD, anak-anak diajarkan cara mengelola emosi, bersosialisasi dengan teman sebaya serta menumbuhkan rasa percaya diri untuk mandiri sejak dini. Selain itu, PAUD memiliki peran vital dalam memberikan pendidikan dasar bagi anak-anak sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
"Secara psikologis, masa usia dini disebut sebagai golden age (usia emas). Pada fase ini, otak anak berkembang dengan sangat pesat dan menyerap informasi di sekitarnya layaknya spons," tegas mantan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo ini.
Jika pada masa keemasan ini mereka diberikan stimulasi pendidikan yang tepat, lanjut Gus Rizza maka potensi terbaik mereka dipastikan akan melejit. Karena itu, kehadiran Gedung Baru PAUD Kenanga membawa secercah harapan besar.
"Dengan adanya fasilitas yang lebih memadai, diharapkan anak-anak di Sidoarjo, khususnya di wilayah Tulangan, bisa mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas sejak usia dini tanpa harus terkendala jarak atau keterbatasan sarana dan prasarana," ungkap Ketua Kasat Korwil Banser Jawa Timur ini.
Namun, cita-cita mulia untuk mencetak generasi emas yang berakhlak tidak akan bisa terwujud jika beban ini hanya ditumpukan pada pundak pengelola PAUD atau pemerintah daerah semata. Di sinilah letak pentingnya kata "sinergi" yang menjadi ruh utama dalam peresmian ini.
"Pendidikan yang berkualitas memerlukan keterlibatan aktif dari tiga pilar utama, yaitu pemerintah (termasuk legislatif seperti DPRD), pihak sekolah atau tutor dan yang paling utama adalah orang tua," tandas politisi muda PKB Sidoarjo asal Kecamatan Tulangan ini.
Gedung baru yang diresmikan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo ini, harus dipandang sebagai sebuah stimulus. Anggota dewan menjalankan perannya dalam mengawal dan memastikan anggaran serta kebijakan berpihak pada pendidikan anak usia dini. Selanjutnya, bola eksistensi ada di tangan para pendidik dan orang tua.
"Termasuk, para guru PAUD dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogis agar dapat menyajikan metode pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membebani mental anak. Sementara orang tua harus menyelaraskan pendidikan di PAUD dengan pola asuh di rumah. Terutama, dalam penanaman nilai-nilai moral dan spiritual," jelasnya.
Tujuan utama pendirian dan peremajaan Gedung PAUD Kenanga ini adalah untuk melahirkan anak didik yang berakhlak mulia. Di tengah gempuran era digitalisasi yang sering kali mengikis nilai-nilai kesopanan dan budaya ketimuran, benteng akhlak harus didirikan sejak anak masih berusia balita.
"Karena sekarang ini, cerdas saja tidak lagi cukup untuk menghadapi tantangan masa depan yang makin kompleks. Dunia hari ini, membutuhkan generasi yang memiliki integritas, empati, kejujuran dan rasa hormat terhadap sesama. Karena itu, PAUD Kenanga Tulangan harus mampu menjadi "laboratorium moral" sebagai tempat di mana karakter religius dan kebangsaan disuntikkan secara lembut melalui dongeng, lagu, dan keteladanan nyata dari para guru," urainya.
Peresmian Gedung Baru PAUD Kenanga Tulangan oleh H Rizza Ali Faizin ini sukses menumbuhkan optimisme baru di Sidoarjo. Ini bukti sahih ketika wakil rakyat mau turun ke bawah, mendengarkan jeritan kebutuhan masyarakat akan fasilitas pendidikan dan mengeksekusinya menjadi karya nyata. Karena itu, kesejahteraan masyarakat sedang bergerak ke arah yang benar.
"Langkah positif ini diharapkan menjadi pemantik bagi wilayah-wilayah lain di Kabupaten Sidoarjo untuk terus memprioritaskan alokasi sumber daya bagi pendidikan anak usia dini," pintanya.
Sebagai penutup, doa mulia tersemat dalam peresmian ini: "Bismillah, berkah manfaat."
"Semoga setiap jengkal lantai, setiap dinding, dan setiap ruang kelas di Gedung Baru PAUD Kenanga Tulangan senantiasa dialiri keberkahan. Tempat ini diharapkan menjadi rahim yang melahirkan gelombang generasi baru Sidoarjo yang tangguh, mandiri, cerdas dan berakhlak karimah yang siap memimpin bangsa ini menuju kejayaan di masa depan. Selamat atas diresmikannya Gedung Baru PAUD Kenanga Tulangan. Langkah kecil hari ini adalah lompatan besar untuk masa depan Sidoarjo yang lebih cerah," pungkasnya. Ary/Waw
Editor : Redaksi