Sidoarjo (republikjatim.com) - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo menggelar kegiatan Halal Bihalal bersama Forkopimda Kabupaten Sidoarjo di Hotel Fave, Rabu (15/04/2026). Kegiatan ini, menjadi momentum strategis mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Acara itu, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Mimik Idayana, Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih perwakilan Kapolresta Sidoarjo melalui Kasat Intelkam, Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo Zaidar Rasepta, Komandan Kodim Sidoarjo Kolonel Czi Shobirin Setio Utomo serta para Dewan Pembina dan Penasehat BPC HIPMI Sidoarjo. Selain itu, juga dihadiri para Rektor universitas se Kabupaten Sidoarjo.
Ketua Panitia, Irmawati mengatakan Halal Bihalal ini bukan sekedar agenda seremonial saja. Akan tetapi, menjadi ruang kolaborasi antara pengusaha muda dengan pemangku kebijakan. Ia juga menjelaskan makna tema kegiatan tahun ini, Reconnect & Grow: From Silaturahmi to Synergy.
"Reconnect berarti menyambung kembali hubungan yang mungkin sempat terputus atau belum terbangun secara optimal pasca dinamika beberapa tahun terakhir. Grow bermakna hubungan itu, tidak berhenti pada silaturahmi saja. Akan tetapi, harus tumbuh menjadi kolaborasi yang produktif. Dari silaturahmi yang hangat, kita dorong menjadi sinergi nyata menghasilkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat Sidoarjo," ujar Irmawati.
Selain itu, Irmawati menambahkan melalui momentum ini, HIPMI Sidoarjo ingin menghadirkan ruang temu yang lebih bermakna. Yakni antara pengusaha muda, pemerintah, aparat penegak hukum serta dunia pendidikan.
"Harapannya, dari pertemuan ini lahir gagasan, kerja sama dan langkah konkret yang mampu memperkuat ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berdaya saing," pintanya.
Sementara Ketua Umum BPC HIPMI Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam menjawab tantangan ekonomi daerah dengan mengangkat tema Penguatan Ekonomi Lokal dan Peran Pengusaha Muda.
Dimas menilai pertumbuhan ekonomi Sidoarjo Tahun 2025 berada di angka 5,63 persen, menunjukkan kondisi yang stabil. Namun, juga mulai memasuki fase pertumbuhan normal setelah masa pemulihan pasca pandemi.
"Ini artinya, tantangan kita bukan lagi mengejar pertumbuhan tinggi saja. Akan tetapi, bagaimana meningkatkan kualitas pertumbuhan itu sendiri agar lebih inklusif dan merata," tegasnya.
Dimas juga menyoroti struktur ekonomi Sidoarjo yang masih sangat bergantung pada sektor industri pengolahan dengan kontribusi hampir 50 persen terhadap PDRB. Kondisi ini, baginya, membuat ekonomi daerah rentan terhadap gejolak global.
"Di sisi lain, kita menghadapi ketimpangan antara UMKM dan industri besar. Para pelaku usaha kecil banyak secara jumlah saja, tetapi kontribusinya terhadap ekonomi masih belum tumbuh signifikan," paparnya.
Dimas juga menggarisbawahi persoalan ketenagakerjaan. Baginya, tingkat pengangguran terbuka memang menurun menjadi 5,75 persen saja. Namun kualitas tenaga kerja masih menjadi tantangan.
Baca juga: Wabup Sidoarjo Apresiasi Kesesuaian Standar dan Kebersihan 2 Dapur SPPG di Tarik
"Kita menghadapi fenomena growth without sufficient job creation. Banyak pekerjaan tercipta, tetapi didominasi sektor informal dengan produktivitas rendah. Ini yang harus kita jawab bersama," urainya.
Dalam konteks ini, kata Dimas HIPMI Sidoarjo mengambil peran strategis sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan dunia usaha melalui program link and match, mendorong lahirnya pengusaha baru.serta menjadi agregator UMKM agar dapat masuk dalam rantai pasok industri.
"Kami ingin mengubah orientasi generasi muda dari job seeker menjadi job creator. HIPMI harus hadir sebagai mesin pencipta lapangan kerja baru di Sidoarjo," ungkapnya.
Tidak hanya itu, Dimas juga menekankan pentingnya mendorong formalisasi usaha dan peningkatan kualitas UMKM melalui legalitas dan digitalisasi.
"Termasuk, akses pembiayaan dan pengembangan pasar," jelasnya.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana mengapresiasi peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
"Kami menyambut baik kontribusi HIPMI Sidoarjo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, perlu kolaborasi dengan para pengusaha muda yang adaptif, kreatif dan inovatif ini," ucapnya.
Saat ini, Mimik menilai pentingnya penguatan sektor UMKM dan penciptaan lapangan kerja baru untuk menjawab tantangan tingginya angka angkatan kerja di Sidoarjo. Baginya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan dunia pendidikan harus terus diperkuat.
"Harapannya, agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif sekaligus mendorong kemajuan perekonomian di Kota Delta," pungkasnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini ditutup dengan sesi bersalam-salaman. Acara halal bihalal dilanjutkan ramah tamah dan diskusi ringan antar peserta, menandai komitmen bersama dalam memperkuat kolaborasi demi kemajuan ekonomi Kabupaten Sidoarjo ke depan. Ary/Waw
Editor : Redaksi