Sidoarjo (republikjatim.com) - Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Hj Mimik Idayana memaparkan catatan kinerjanya selama satu tahun terakhir dalam acara Buka Puasa Bersama Awak Media di Sidoarjo, Jumat (13/03/2026) sore. Di hadapan puluhan jurnalis itu, sosok Mimik yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini menegaskan komitmennya dalam mengawal pembangunan melalui optimalisasi anggaran pusat (APBN).
Mimik menekankan transparansi adalah kunci kepemimpinannya. Ia mengaku rutin menyerahkan laporan kinerja tertulis setiap tiga bulan kepada Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) hingga Gubernur Jawa Timur.
"Tujuannya agar ada jejak dan dokumentasinya. Semua program selalu saya jalankan dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab," ujar Mimik Idayana di Rumah Dinas (Rumdin) Wabup Sidoarjo.
Selain itu, Mimik yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Sidoarjo periode 2019 - 2024 ini menjelaskan soal beberapa gebrakan pembangunan infrastruktur dan hunian layak. Mimik merinci sejumlah proyek strategis yang berhasil dikawal. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pengerjaan infrastruktur di kawasan vital Sidoarjo.
"Diantaranya soal betonisasi jalur Lingkar Timur. Pengecoran tahap pertama telah berjalan dan kini dipastikan akan berlanjut hingga tahap ketiga berkat dukungan anggaran dari pemerintah pusat (APBN)," ungkapnya.
Tidak hanya itu, pada program lainnya lanjut Mimik yakni ada program bedah rumah dan perumahan nelayan (kampung nelayan Merah Putih). Terdapat sebanyak 1.040 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah diajukan ke pusat untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi. Selain itu, program bantuan rumah khusus nelayan juga telah mengantongi kepastian anggaran dari pemerintah pusat menggunakan dana APBN.
"Kami juga menyiapkan solusi kemacetan dengan berhasil melobi pemerintah pusat untuk perbaikan beberapa jembatan di beberapa titik yang dinilai rawan kemacetan. Alhamdulillah, sudah dapat lima titik dengan dukungan dana dari pusat lagi," tegas istri H Rahmat Muhajirin ini.
Di sektor pendidikan, Mimik juga aktif menjemput bola ke Kementerian Pendidikan untuk usulan pembangunan dan renovasi sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan SMP di Sidoarjo.
"Harapannya, agar siswa dan guru memiliki fasilitas yang lebih representatif dan memadai dalam proses belajar dan mengajar," ungkapnya.
Sedangkan soal isu hubungan Bupati Wabup yang masih disharmoni Mimik memberikan klarifikasi. Menurutnya, isu keretakan hubungan (disharmoni) dengan Bupati Sidoarjo, Subandi. Mimik menegaskan sudah berupaya maksimal untuk menjaga sinergi demi Bupati Sidoarjo. Hal itu, demi kepentingan masyarakat Sidoarjo secara luas. Buktinya, Mimik mengaku sudah tiga kali mencoba menginisiasi pertemuan dengan pimpinan partai (Partai Gerindra) di Jakarta. Bahkan hingga melakukan beberapa kali upaya komunikasi saat berada di Jakarta.
"Tapi berbagai upaya itu, belum membuahkan hasil yang diharapkan. Semua ada saksi-saksinya. Saya pribadi selalu siap bekerja sama dengan baik untuk membangun Sidoarjo. Meskipun sejauh ini, upaya komunikasi itu belum ada hasilnya," tandas Mimik yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini menutup konferensi pers.
Diakui atau tidak saat ini, Wabup Sidoarjo yang memiliki bargaining position cukup baik di pemerintah pusat. Bahkan, memiliki akses cukup kuat dan hubungan kuat dengan pemerintah pusat.
"Kalau melihat berbagai paparannya tadi, nilai tawar Wabup Sidoarjo sebagai pemimpin yang memiliki akses kuat ke pemerintah pusat, yang menjadi nilai tambah di mata konstituen Sidoarjo," pungkasnya Djunaidi salah satu peserta buka bersama. Ary/Waw
Editor : Redaksi