Ponorogo (republikjatim.com) - Menjelang bulan puasa sudah identik dengan tradisi balik kampung (mudik) ke kampung halaman. Termasuk liburan Hari Raya Idul Fitri.
Sementara bulan puasa kurang lebih dua minggu lagi. Namun dengan situasi dan kondisi wabah Covid-19 membuat Ponorogo menjadi zona merah. Karena itu, masalah pemudik akan menjadi permasalahan tersendiri dalam mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).
Kapolsek Sawoo AKP Edi Suyono saat koordinasi dan loka karya mini dengan para Kepala Desa se Kecamatan Sawoo, dalam menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Ponorogo dan SOP Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kecamatan Sawoo meminta para kades lebih ketat dalam mengantisipasi lonjakan pemudik.
"Kami menghimbau para kepala desa untuk melaksanakan perintah dan petunjuk pemerintah. Terutama dalam Penanganan Covid-19. Segala kebutuhan, perlengkapan berkaitan dengan Desa Tanggap Covid-19 untuk segera dicukupi, disiapkan dan disediakan. Tujuannya agar tidak gagap saat ditemukan warga atau pendatang yang terjangkit," terang Kapolsek Sawoo, AKP Edi Suyono kepada republikjatim.com, Sabtu (11/03/2020) usai loka karya mini.
Selain itu, Edi meminta para Kades dalam pelaksanaan kegiatan atau pelaporan agar selalu berkoordinasi lintas sektor. Hal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman. Termasuk soal antisipasi pemudik. Pihaknya mengapresiasi para Kedes dalam menghimbau warganya diperantauan agar tidak mudik dengan pembuatan video himbauan.
"Terima kasih atas pembuatan video himbauan para Kepala Desa kepada warganya di perantauan. Isinya untuk sementara agar tidak mudik hingga pandemi Covid-19 ini berakhir. Harapannya kalau yang menghimbau kepala desa, maka warga yang diperantauan lebih patuh," pungkasnya.
Sementara dalam kegiatan ini dihadiri Camat Sawoo, Setiyo Hari Sujatmiko, Danramil Sawoo, Kapten Inf Sujarwo, Kepala Puskesmas Sawoo drg Anita Ramadhani, Kepala Puskesmas Bondrang, Sudarti dan Kepala Desa se Kecamatan Sawoo. Mal/Waw
Editor : Redaksi