Ponorogo (republikjatim.com) - Kabar mengejutkan dan sekaligus memprihatinkan disampaikan Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni. Jumlah pasien terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Ponorogo bertambah dua orang.
Keduanya menjadi bagian dari peserta diklat Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Cluster Sukolilo, Surabaya. Ipong memastikan hingga Kamis (09/04/2020) petang, jumlah pasien positif Corona di Ponorogo menjadi lima orang.
"Barusan dapat kabar ada tambahan dua pasien yang positif. Kedua pasien ini dari cluster pelatihan TKHI Sukolilo. Satu dari kedua pasien yang dinyatakan positif ini merupakan pasangan dari yang terkonfirmasi positif sebelumnya,” terang Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni kepada republikjatim.com, Kamis (09/04/2020) petang.
Atas kabar bertambahnya pasien positif ini, kata Ipong pihaknya meminta semua pihak lebih serius menangani masalah ini. Pihaknya meminta tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ponorogo lebih fokus pada orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan peserta pelatihan TKHI dan keluarganya.
"Mereka harus dicari (ditracking), diidentifikasi, diisolasi dan diobati agar tidak melebar ke mana-mana. Semestinya masyarakat Ponorogo tetap semangat, terus berjuang, berdoa dan bersatu melawan Corona dan Lawan Covid-19," pintahnya.
Ipong mengungkapkan saat ini tim Gugus Satgas Covid-19 mendata ada 311 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 17 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 5 pasien dinyatakan positif (terkonfimasi) Covid-19). Kendati ada tambahan pasien positif, Ipong juga memberikan kabar baik atas kondisi pasien positif covid-19 itu.
"Kelima pasien yang positif, sekarang kondisi fisiknya semakin membaik. Bahkan sudah ada yang dilepas infus. Mereka sudah diuji swab lagi dan sudah dikirim ke laboratorium Litbangkes Kemenkes RI. Semoga hasilnya negatif alias sembuh," ungkapnya.
Sementara Direktur RSUD dr Hardjono Ponorogo, Made Jeren menegaskan tiga pasien yang lebih awal dinyatakan positif kondisinya sudah jauh lebih baik dibandingkan saat masuk ke ruang isolasi RSUD dr Hardjono Ponorogo sepekan lalu. Meski begitu, tim medis yang menangani para pasien terus berupaya sebaik-baiknya dalam merawat para pasien itu.
"Uji laboratorium juga terus dilakukan sampai ketiganya dinyatakan negatif dalam dua kali uji berurutan. Setiap dua hari sekali kami kirim swab untuk diuji. Kalau sudah dua kali berturut-turut negatif maka bisa dinyatakan sembuh dan bisa rawat jalan," tandasnya. Mal/Waw
Editor : Redaksi