Sidoarjo (republikjatim.com) - Lapas Kelas IIA Pamekasan menciptakan program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bertajuk Nato (Napi Tobat) Farm Camp. Program itu memanfaatkan lahan di belakang Lapas Pamekasan.
Pelaksanaan SAE ini sebagai program akhir pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di dalam lapas tertua di pulau garam itu. Untuk itu, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono, didampingi Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono didaulat meresmikan program SAE itu, Selasa (17/03/2020).
Ide kreatif ini diprakarsai Kepala Lapas Pamekasan, Hanafi dan didukung penuh jajarannya. Program ini Blberkolaborasi dengan pihak swasta. Hanafi menuturkan ide awal pembangunan lahan SAE ini berawal dari proses pembinaan di dalam Lapas Pamekasan yang tidak memiliki lahan yang memadai untuk proses pembinaan tahap akhir.
"Untuk hunian saja sudah over kapasitas. Oleh karena itu kami berinisiatif membuka lahan di belakang Lapas untuk open camp ini," jelasnya.
Sementara Kakanwil Kemenkumham Jatim, Krismono sesaat setelah meresmikan SAE mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Lapas Pamekasan itu. Baginya, langkah ini merupakan solusi di tengah kesulitan dan keterbatasan lahan untuk proses pembinaan di dalam lapas.
"Ini patut jadi percontohan bagi Lapas dan Rutan lain di Jatim. Karena SAE merupakan program pembinaan tahap akhir bagi seorang WBP menjelang bebas. Dengan adanya SAE diharapkan WBP memiliki edukasi dan menjadi modal berharga ketika bebas. Mereka dapat belajar bercocok tanam, beternak ayam dan edukasi agrobisnis lainnya," tandasnya. Kem/Hel/Waw
Editor : Redaksi