Aprisindo Jatim Wajibkan Perusahaan Pekerjakan Kaum Difabel

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
DIFABEL - PT Young Tree yang ada di Dusun Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu yang dikunjungi Sekretaris Aprisindo Jatim, Ali Mas'ud mulai mempekerjakan 28 kaum difabel untuk menjalankan amanah undang-undang Ketenagakerjaan, Senin (12/02/2018).
DIFABEL - PT Young Tree yang ada di Dusun Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu yang dikunjungi Sekretaris Aprisindo Jatim, Ali Mas'ud mulai mempekerjakan 28 kaum difabel untuk menjalankan amanah undang-undang Ketenagakerjaan, Senin (12/02/2018).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur mewajibkan setiap perusahaan mempekerjakan kaum difabel. Hal itu sesuai dengan amanah UU Nomor 04 Tahun 1997 yang diperkuat dengan UU Nomot 08 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Isinya setiap perusahaan diwajibkan memberikan kuota satu persen bagi difabel sebagai bagian tenaga kerja.

Sekretaris Aprisindo Jatim, Ali Mas’ud mengatakan ribuan perusahaan yang ada di Jawa Timur, khususnya di Sidoarjo ternyata masih sangat kecil yang memperkerjakan kaum difabel (penyandang cacat). Oleh Karena itu, dengan adanya kegiatan kunjungan, pihaknya berharap ada beberapa perusahaan yang mau menjalankan UU pemerintah tentang Penyandang Disabilitas itu.

"Kami siap memberikan pelatihan-pelatihan terhadap kaum difabel. Bukan hanya sekedar melatih, tapi juga tidak dipungut biaya (gratis). Dalam pelatihan dilakukan selama 20 hari juga dapat makan dan uang saku," terangnya kepada republikjatim.com, Senin (12/02/2018) saat mengunjungi PT Young Tree di Dusun Banar, Desa Pilang, Kecamatan Wonoayu.

Sementara Human Resource Departemen (HRD) PT Young Tree, Kwartiva Dona Oktaviana menegaskan perusahaannya sebagai salah satu perusahaan sepatu ekspor PT Young Tree telah merekrut sebanyak 28 orang yang mengalami disabilitas. Menurutnya, rekruitmen difabel ini untuk menjalankan UU. Hasilnya sangat bagus. Yakni karyawan difabel dalam kinerja lebih fokus pada pekerjaanya.

"Mereka (difabel) tidak ada istilah ngobrol atau ngerumpi dengan teman-teman sekitarnya kalau bekerja. Mereka hanya fokus mengerjakan tugas yang sudah diberikan. Hanya saja, kaum difabel mengalami kesulitan di awal pekerjaan lantaran harus menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan apa yang dikerjakan dengan teman-teman sesama pekerja," ungkapnya.

Selain itu, lanjut HRD yang akrab dipanggil Dona ini kaum difabel juga mendapatkan hak yang sama, baik gaji, lembur, THR maupun BPJS. Oleh karenanya difabel tidak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi kaum difabel konsentrasi kerjabya sangat kuat. Bahkan tidak mudah terpengaruh dengan pekerja yang ada disebelahnya.

"Untuk rekruitmen kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Pemkab Sidoarjo. Paska kedua dinas ini menjaring kaum difabel seletah itu diseleksi. Jadi kami tetap melakukan seleksi calon pekerja difabel," tandasnya. Waw

Tag :

Berita Terbaru

Elektabilitas Partai Gerindra Naik 14,4 Persen di Sidoarjo, Rahmat Muhajirin : Bukti Program Presiden Diterima Warga

Elektabilitas Partai Gerindra Naik 14,4 Persen di Sidoarjo, Rahmat Muhajirin : Bukti Program Presiden Diterima Warga

Selasa, 08 Sep 2026 20:48 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:48 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Tren positif terus ditunjukkan oleh Partai Gerindra di Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan hasil survei terbaru dari Accurate…

Perketat Standar Makanan Santri dan Siswa, Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas Khusus Awasi Program MBG di Kota Delta

Perketat Standar Makanan Santri dan Siswa, Bupati Sidoarjo Bentuk Satgas Khusus Awasi Program MBG di Kota Delta

Selasa, 08 Sep 2026 20:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:25 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemkab Sidoarjo mengambil langkah tegas dan responsif untuk menjamin keamanan serta kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG).…

Kambuh Usai Keracunan MBG, Alami Trauma Makanan 45 Santri di Sidoarjo Kembali Dilarikan Lagi ke RSUD dan RSI Siti Hajar

Kambuh Usai Keracunan MBG, Alami Trauma Makanan 45 Santri di Sidoarjo Kembali Dilarikan Lagi ke RSUD dan RSI Siti Hajar

Selasa, 08 Sep 2026 19:37 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 19:37 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Duka dan trauma akibat insiden keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya usai bagi para santri Pondok Pesantren…

Sentuhan Hangat Pemkab Sidoarjo, Wabup Mimik Salurkan Bantuan 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Sentuhan Hangat Pemkab Sidoarjo, Wabup Mimik Salurkan Bantuan 300 Janda Perintis Kemerdekaan dan Warakawuri

Selasa, 08 Sep 2026 17:18 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 17:18 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menunjukkan komitmen dan perhatian mendalamnya terhadap para pendamping setia pejuang…

Dana Rp 23 M Nganggur 12 Tahun, DPRD Sidoarjo Desak Dikbud Konsultasi Kemendikbud Manfaatkan Tunjangan Guru Terpencil

Dana Rp 23 M Nganggur 12 Tahun, DPRD Sidoarjo Desak Dikbud Konsultasi Kemendikbud Manfaatkan Tunjangan Guru Terpencil

Selasa, 08 Sep 2026 16:56 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 16:56 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah pimpinan dan anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menyoroti mandeknya penyaluran…

Tren Kepuasan Subandi-Mimik Turun 14,3 Persen, Gerindra Sidoarjo Anggap Peringatan Dini, Bukan Bahan Saling Menyalahkan

Tren Kepuasan Subandi-Mimik Turun 14,3 Persen, Gerindra Sidoarjo Anggap Peringatan Dini, Bukan Bahan Saling Menyalahkan

Senin, 07 Sep 2026 13:00 WIB

Senin, 07 Sep 2026 13:00 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Hasil survei terbaru dari Surabaya Survey and Consulting / Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) menunjukkan adanya…