Dewan Sidoarjo Sepakat Tutup Saluran Pembuangan Limbah Pabrik Kulit ke Avour Semampir

author republikjatim.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
HEARING - Anggota dan pimpinan Komisi A dan C DPRD Sidoarjo menggelar hearing dengan warga dan sejumlah OPD terkait dugaan pembuangan limba PT Rachbini Leater yang dibuang ke Avour Semampir, Sedati, Rabu (11/03/2020).
HEARING - Anggota dan pimpinan Komisi A dan C DPRD Sidoarjo menggelar hearing dengan warga dan sejumlah OPD terkait dugaan pembuangan limba PT Rachbini Leater yang dibuang ke Avour Semampir, Sedati, Rabu (11/03/2020).

i

Sidoarjo (republikjatim.com) - Sejumlah anggota dan pimpinan Komisi A dan C DPRD Sidoarjo memanggil perwakilan perusahaan pabrik kulit (PT Rachbini Leater). Selain pabrik kulit ini, dewan juga memanggil sejumlah Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sidoarjo serta perwakilan warga tiga desa.

Pemanggilan sejumlah pihak ini, terkait dugaan pembuangan limbah ke saluran Avour Semampir, Kecamatan Sedati, Sidoarjo yang menyebabkan bau menyengat, airnya pekat hitam dan membuat gatal-gatal petani di tiga desa.

Dalam hearing itu, selain perwakilan PT Rachbini Leater juga dihadiri Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Camat Sedati, Kelurahan Sedati Gede, Sedati Agung dan Desa Pabean serta perwakilan masyarakat ketiga desa itu.

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo, Subandi mengatakan PT Rachbini Leater diduga membuang limbah melalui saluran pipa yang dialirkan ke saluran Avour Semampir.

"Karena itu, kami (dewan) merekomendasikan saluran pipa pembuangan limbah untuk ditutup sementara. Karena saluran itu juga belum memiliki ijin," terang Subandi di Ruang Rapat DPRD Sidoarjo, Rabu (11/03/2020).

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi C DPRD, Suyarno. Pihaknya meminta hasil akhir dari limbah sebelum dibuang ke Avour Semampir, harus dikelola secara benar. Sementara dari kemarin PT Rachbini Leater selalu mengelak jika limba tersebut bukan dari pabriknya. Padahal mengakui jika salurannya milik perusahaan kulit itu.

"Perusahaan harus bisa menunjukan hasil laboratorium akhir dari limbah itu. Kami meminta DLHK benar-benar melakukan pengawasan yang melekat, jangan sembrono dan seakan-akan tidak netral," tegasnya.

Sementara Legal Eksekutif PT Rachbini Leater, Adhy Samsetyo Djoko Lelono menilai yang membuang limbah ke Avour Semampir itu bukan hanya dari PT Rachbini Leater. Selain itu, sejak Januari 2020 perusahaannya itu tidak pernah memproduksi bahan mentah, hanya memproduksi dari bahan setengah jadi.

"Yang membuang bukan hanya dari PT Rachbini. Kalau mau fair harus perusahaan lain dicek semua," kilah Adhy Samsetyo yang juga tercatat sebagai Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo.

Untuk mengetahui secara pasti dari limbah itu DLHK Pemkab Sidoarjo sudah mengambil sampel untuk diuji di Laboratorium. Apalagi, pencemaran ini sudah yang ketiga kalinya.

"Kira-kira hasilnya nanti satu minggu lagi akan dikeluarkan hasil laboratoriumnya," tandas Kepala DLHK Pemkab Sidoarjo, Sigit Setyawan.

Sementara perwakilan masyarakat mengeluhkan dengan adanya limbah tersebut produksi padinya menurun, dari yang sebelumnya 10 ton per hektar, sekarang menjadi 7 ton per hektar. Selain itu air limbahnya juga membuat gatal-gatal dan bau menyengat. Hel/Waw

Tag :

Berita Terbaru

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Bawaslu Sidoarjo Sasar SMA/SMK NU, Cetak Ribuan Pemilih Pemula Sadar Pengawasan Ajak Pemilu Bebas Politik Uang

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:41 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Menjelang pesta demokrasi beberapa tahun mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat…

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Ratusan Santri Keracunan, Bupati Subandi Minta Pengawasan Seluruh Dapur SPPG di Sidoarjo Diperketat 21 Tak Berizin

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 18:06 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Buntut dari insiden dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari 500 santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Desa Putat,…

Dampak Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Menu MBG, Wabup Mimik Idayana Sidak SPPG Kalitengah Ancam Tutup Permanen

Dampak Ratusan Santri di Sidoarjo Keracunan Menu MBG, Wabup Mimik Idayana Sidak SPPG Kalitengah Ancam Tutup Permanen

Rabu, 02 Sep 2026 16:08 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:08 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Kasus dugaan keracunan massal menimpa sekitar 600 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam Desa Putat, Kecamatan…

Gandeng BRI, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Layanan Digital Sekaligus Dorong UMKM Go Internasional

Gandeng BRI, Pemkab Sidoarjo Integrasikan Layanan Digital Sekaligus Dorong UMKM Go Internasional

Rabu, 02 Sep 2026 12:26 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 12:26 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus tancap gas memperkuat transparansi dan efisiensi pelayanan publik. Kali ini, …

Genjot Proyek Mangkrak dan Flyover Gedangan, Bupati Sidoarjo Boyong Pejabat Utama "Ngantor" di Dinas PUBM SDA

Genjot Proyek Mangkrak dan Flyover Gedangan, Bupati Sidoarjo Boyong Pejabat Utama "Ngantor" di Dinas PUBM SDA

Rabu, 02 Sep 2026 09:40 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 09:40 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Memasuki triwulan III Tahun 2026, Bupati Sidoarjo, Subandi mengambil langkah tegas untuk memastikan pembangunan infrastruktur…

Sidak Ratusan Santri Keracunan Massal, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa, Siapkan Evaluasi Perizinan MBG

Sidak Ratusan Santri Keracunan Massal, Bupati Subandi Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa, Siapkan Evaluasi Perizinan MBG

Rabu, 02 Sep 2026 08:59 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 08:59 WIB

Sidoarjo (republikjatim.com) - Bupati Sidoarjo, Subandi bergerak cepat merespons insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren…